PERTEMUAN 5
BUNDA
MARIA MENGUATKAN PERSEKUTUAN
PARA MURID TUHAN YESUS
PEMBUKAAN
Lagu Pembuka
(jika diperlukan, dapat dipilih sendiri)
Tanda Salib dan Salam
Pengantar
Saudara-saudari terkasih,
dalam pertemuan sebelumnya kita telah belajar menjadi Saksi Kristus dari
pengalaman hidup Bunda Maria, dimana menjadi Saksi Kristus bukanlah soal
kata-kata saja namun tentang seluruh hidup kita. Pada pertemuan kelima
ini, kita akan mendalami peran Bunda Maria dalam menguatkan persekutuan
para murid sebagai ibu yang mempersatukan dan menguatkan persekutuan
ilahi mereka. Maka marilah kita menyiapkan batin kita dengan hening
memohon kehadiran Roh Kudus untuk membimbing pertemuan kita saat ini.
Doa Pembuka.
Ya Allah yang Mahabaik, sungguh besar rencana keselamatan-Mu bagi kami.
Melalui Sakramen Baptis yang kami terima dalam Gereja-Mu yang Satu, Kudus,
Katolik, dan Apostolik, Engkau telah menyatukan kami sebagai satu
persekutuan ilahi murid-murid Kristus. Engkau juga menghadirkan Bunda Maria
sebagai ibu yang senantiasa menyertai dan mendoakan kami. Utuslah Roh
Kudus-Mu untuk membimbing pertemuan kami ini sehingga kami sebagai satu
persekutuan umat-Mu dapat merasakan kehadiran Bunda Maria yang setia
menemani perjalanan perziarahan umat-Mu sebagai persekutuan murid-murid
Kristus di Lingkungan dan Stasi. Doa ini kami haturkan kepada-Mu dengan
perantaraan Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami. Amin.
Bacaan Kitab Suci.
Kisah Para Rasul 1:12-14.
Kembalilah rasul-rasul itu ke Yerusalem dari bukit yang disebut Bukit
Zaitun, yang hanya seperjalanan Sabat jauhnya dari Yerusalem. Setelah mereka
tiba di kota, naiklah mereka ke ruang atas, tempat mereka menumpang. Mereka
itu ialah Petrus dan Yohanes, Yakobus
dan Andreas, Filipus dan Tomas, Bartolomeus dan Matius, Yakobus bin Alfeus,
dan Simon orang Zelot dan Yudas bin Yakobus. Mereka semua bertekun dengan
sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu
Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus.
Pendalaman Teks Kitab Suci.
Saling sharing jawaban singkat.
1. Kata atau kalimat mana yang berkesan bagi saudara-saudari? Mengapa?
2. Menurut saudara-saudari, bagaimana saat itu suasana hati Bunda Maria dan
para murid Tuhan Yesus? Mengapa?
Penegasan
Saudara-saudari,
Perjalanan iman kita bersama Bunda Maria, kita awali dari rumah Elizabet. Di
sana dalam Magnificat, Bunda Maria menjadi pewarta karya Allah yang
menyelamatkan. Dari rumah Elizabet, kita berjalan menuju peristiwa
penyunatan Tuhan Yesus dan pentahiran Bunda Maria serta penyerahan Tuhan
Yesus sebagai anak sulung kepada Allah di Yerusalem. Dalam peristiwa ini
kita belajar kesetiaan Bunda Maria menguduskan hidup dalam ibadat.
Selanjutnya, kita menuju pesta perkawinan di Kana, dimana Bunda Maria
mewujudkan pelayanan yang murah hati. Dari perkawinan di Kana, kita menuju
Golgotha, di bawah kaki salib Tuhan Yesus. Di situlah Bunda Maria menjadi
saksi sejati Tuhan Yesus.
Dalam pertemuan kelima ini, kita menuju Yerusalem, sebuah tempat dimana
Bunda Maria dan para rasul menumpang. Mereka berkumpul di ruang atas. Tentu
kita masih ingat bahwa Di atas salib, Tuhan Yesus mengatakan kepada Bunda
Maria: ibu, inilah Anakmu. Dan kepada para murid-Nya, Tuhan Yesus
mengatakan: inilah ibumu. Perkataan Tuhan Yesus ini mengungkapkan
pembentukan keluarga baru, persekutuan ilahi yang berpusat pada Tuhan Yesus,
sebagai Anak Bunda Maria dan Bunda Maria sebagai ibu para murid Tuhan Yesus.
Setelah wafat di salib, Tuhan Yesus dimakamkan. Pada hari ketiga, Tuhan
Yesus bangkit dari mati. Selama 40 hari setelah kebangkitan-Nya, Tuhan Yesus
menampakkan Diri kepada para murid-Nya. Sengsara dan wafat Tuhan Yesus
disalib membuat para murid-Nya kehilangan harapan dan tercerai berai karena
menyelamatkan diri. Namun kebangkitan Tuhan Yesus menyatukan dan memberikan
harapan baru kepada mereka.
Pada hari yang ke 40, Tuhan Yesus yang bangkit makan bersama para muridNya.
Ia melarang para murid-Nya meninggalkan Yerusalem dan menyuruh mereka
tinggal di situ menantikan kedatangan Roh Kudus. Kemudian terangkatlah Tuhan
Yesus ke sorga disaksikan oleh para muridNya (Kisah 1: 6-11).
Saudara-saudari,
Bacaan Kitab Suci yang kita renungkan hari ini mewartakan kembalinya para
murid ke Yerusalem setelah menyaksikan Tuhan Yesus terangkat ke sorga.
Setibanya di Yerusalem, naiklah mereka ke ruang atas tempat mereka
menumpang. Mereka adalah Petrus dan Yohanes, Yakobus dan Andreas, Filipus
dan Tomas, Bartolomeus dan Matius, Yakobus bin Alfeus, dan Simon orang Zelot
dan Yudas bin Yakobus. Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa
bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan
saudara-saudara Yesus. Kebangkitan Tuhan Yesus menyatukan kembali para
murid-Nya. Di tengah para murid-Nya hadir Bunda Maria. Bunda Maria selalu
berada di tengah persekutuan para murid yang disatukan kembali oleh
kebangkitan Tuhan Yesus. Mereka bertekun sehati dalam doa bersama.
Persekutuan mereka inilah keluarga baru yang disatukan oleh Tuhan Yesus yang
bangkit. Persekutuan mereka ini bukan hanya persekutuan manusiawi, antar
teman, sahabat dan keluarga, tetapi lebih dari itu, yaitu persekutuan ilahi
yang disatukan oleh Tuhan Yesus yang bangkit. Kehadiran Bunda Maria tentu
memperkuat persekutuan ilahi para murid ini. Inilah awal lahirnya Gereja,
persekutuan murid-murid Tuhan Yesus. Mereka bertekun sehati dalam doa.
Menjadi sangat jelas bahwa Bunda Maria hadir dalam persekutuan murid-murid
Tuhan Yesus. Dimana ada orang-orang yang disatukan oleh Tuhan Yesus yang
bangkit, di situlah Bunda Maria hadir memperkuat persekutuan ilahi para
murid. Bunda Maria hadir sebagai ibu yang memperkuat dan melindungi
persekutuan para murid. Dengan demikian Bunda Maria tidak dapat dipisahkan
dari persekutuan para murid Tuhan Yesus. Dari atas salib, Tuhan Yesus
sendirilah yang memberikan Bunda Maria sebagai ibu para murid; dan
memberikan para murid sebagai anaknya.
Saudara-saudari,
karena sengsara, wafat dan kebangkitan Tuhan Yesus, kita disatukan sebagai
murid-murid Kristus melalui baptis yang telah kita terima dalam Gereja yang
satu, kudus, Katolik dan apostolik. Oleh karena itu, sebagai warga Gereja
kita ini merupakan persekutuan ilahi yang disatukan oleh Tuhan Yesus. Setiap
kali kita berkumpul atas nama Kristus, di situlah Kristus ada dan Bunda
Maria selalu hadir menyertai dan memperkuat persekutuan kita. Tuhan Yesus
sendiri bersabda: Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku,
di situ Aku ada di tengah-tengah mereka. (Matius 18:20). Tentu kehadiran
Tuhan Yesus disertai dengan Bunda Maria sebagai ibu bagi para murid, ibu
Gereja. Syukur kepada Allah, kita dianugerahi seorang ibu yang setia dan
selalu hadir di tengah kita serta berdoa bersama kita. Bunda Maria selalu
memperkuat persatuan kita dengan Tuhan Yesus, putranya dan memperkuat
persekutuan di antara kita, murid-murid Kristus.
Saudara-saudari
Dari perjalanan iman yang telah kita lalui bersama Bunda Maria dalam lima
kali pertemuan, kita diajak untuk belajar dari Bunda Maria tentang
penghayatan lima aspek hidup Gereja yang merupakan cara hidup Gereja.
Sebagai cara hidup, tentu satu aspek dengan aspek lainnya saling terkait.
Bunda Maria telah menjadi teladan iman bagi kita anak-anaknya dalam
mewujudkan cara hidup Gereja. Bunda Maria selalu hadir dan menyertai kita
dalam mewartakan karya keselamatan Allah, dalam kesetiaan beribadat, dalam
kemurahan hati melayani, dalam kesejatian sebagai saksi Kristus dan kesatuan
kita dalam persekutuan murid-murid Kristus.
Bunda Maria....doakanlah kami.
Berkat Allah selalu menyertai kita.
Doa Umat. Doa spontan dengan ujud masing-masing
pribadi.
Doa Rosario. Dipersilakan memilih peristiwa Rosario sendiri.
Doa
Arah Dasar Keuskupan Surabaya 2026. Didoakan bersama.
Berkat Penutup.
Marilah kita hening sejenak, mohon berkat Tuhan bagi kita yang hadir di
sini, bagi keluarga-keluarga dan juga bagi umat di lingkungan/stasi kita.
Semoga Tuhan beserta kita.
Semoga kita semua, seluruh anggota keluarga dan saudara kita di
lingkungan/stasi . . . senantiasa dibimbing dan dilindungi oleh berkat Allah
Yang Mahakuasa: Dalam Nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin.
Lagu Penutup. Jika diperlukan, dapat dipilih sendiri.