BULAN MARIA TAHUN 2026

Bahan Pendalaman Iman Umat Bulan Maria
Keuskupan Surabaya Tahun 2026

 

Logo APP 2026

PERTEMUAN 5

BUNDA MARIA MENGUATKAN PERSEKUTUAN
PARA MURID TUHAN YESUS


PEMBUKAAN

Lagu Pembuka
(jika diperlukan, dapat dipilih sendiri)

Tanda Salib dan Salam

Pengantar
Saudara-saudari terkasih,
dalam pertemuan sebelumnya kita telah belajar menjadi Saksi Kristus dari pengalaman hidup Bunda Maria, dimana menjadi Saksi Kristus bukanlah soal kata-kata saja namun tentang seluruh hidup kita. Pada pertemuan kelima ini, kita akan mendalami peran Bunda Maria dalam menguatkan persekutuan para murid sebagai ibu yang mempersatukan dan menguatkan persekutuan ilahi mereka. Maka marilah kita menyiapkan batin kita dengan hening memohon kehadiran Roh Kudus untuk membimbing pertemuan kita saat ini.

 

Doa Pembuka.
Ya Allah yang Mahabaik, sungguh besar rencana keselamatan-Mu bagi kami. Melalui Sakramen Baptis yang kami terima dalam Gereja-Mu yang Satu, Kudus, Katolik, dan Apostolik, Engkau telah menyatukan kami sebagai satu persekutuan ilahi murid-murid Kristus. Engkau juga menghadirkan Bunda Maria sebagai ibu yang senantiasa menyertai dan mendoakan kami. Utuslah Roh Kudus-Mu untuk membimbing pertemuan kami ini sehingga kami sebagai satu persekutuan umat-Mu dapat merasakan kehadiran Bunda Maria yang setia menemani perjalanan perziarahan umat-Mu sebagai persekutuan murid-murid Kristus di Lingkungan dan Stasi. Doa ini kami haturkan kepada-Mu dengan perantaraan Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami. Amin.

 

Bacaan Kitab Suci.
Kisah Para Rasul 1:12-14.
Kembalilah rasul-rasul itu ke Yerusalem dari bukit yang disebut Bukit Zaitun, yang hanya seperjalanan Sabat jauhnya dari Yerusalem. Setelah mereka tiba di kota, naiklah mereka ke ruang atas, tempat mereka menumpang. Mereka itu ialah Petrus dan Yohanes, Yakobus
dan Andreas, Filipus dan Tomas, Bartolomeus dan Matius, Yakobus bin Alfeus, dan Simon orang Zelot dan Yudas bin Yakobus. Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus.


Pendalaman Teks Kitab Suci.
Saling sharing jawaban singkat.
1. Kata atau kalimat mana yang berkesan bagi saudara-saudari? Mengapa?
2. Menurut saudara-saudari, bagaimana saat itu suasana hati Bunda Maria dan para murid Tuhan Yesus?
- Gelisah, binggung, takut.
Mengapa?
Karena belum adanya kepastian setelah Yesus Naik ke Surga,

 

Penegasan
Saudara-saudari,

Perjalanan iman kita bersama Bunda Maria, kita awali dari rumah Elizabet. Di sana dalam Magnificat, Bunda Maria menjadi pewarta karya Allah yang menyelamatkan. Dari rumah Elizabet, kita berjalan menuju peristiwa penyunatan Tuhan Yesus dan pentahiran Bunda Maria serta penyerahan Tuhan Yesus sebagai anak sulung kepada Allah di Yerusalem. Dalam peristiwa ini kita belajar kesetiaan Bunda Maria menguduskan hidup dalam ibadat. Selanjutnya, kita menuju pesta perkawinan di Kana, dimana Bunda Maria mewujudkan pelayanan yang murah hati. Dari perkawinan di Kana, kita menuju Golgotha, di bawah kaki salib Tuhan Yesus. Di situlah Bunda Maria menjadi saksi sejati Tuhan Yesus.

Dalam pertemuan kelima ini, kita menuju Yerusalem, sebuah tempat dimana Bunda Maria dan para rasul menumpang. Mereka berkumpul di ruang atas. Tentu kita masih ingat bahwa Di atas salib, Tuhan Yesus mengatakan kepada Bunda Maria: ibu, inilah Anakmu. Dan kepada para murid-Nya, Tuhan Yesus mengatakan: inilah ibumu. Perkataan Tuhan Yesus ini mengungkapkan pembentukan keluarga baru, persekutuan ilahi yang berpusat pada Tuhan Yesus, sebagai Anak Bunda Maria dan Bunda Maria sebagai ibu para murid Tuhan Yesus. Setelah wafat di salib, Tuhan Yesus dimakamkan. Pada hari ketiga, Tuhan Yesus bangkit dari mati. Selama 40 hari setelah kebangkitan-Nya, Tuhan Yesus menampakkan Diri kepada para murid-Nya. Sengsara dan wafat Tuhan Yesus disalib membuat para murid-Nya kehilangan harapan dan tercerai berai karena menyelamatkan diri. Namun kebangkitan Tuhan Yesus menyatukan dan memberikan harapan baru kepada mereka.

Pada hari yang ke 40, Tuhan Yesus yang bangkit makan bersama para muridNya. Ia melarang para murid-Nya meninggalkan Yerusalem dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan kedatangan Roh Kudus. Kemudian terangkatlah Tuhan Yesus ke sorga disaksikan oleh para muridNya (Kisah 1: 6-11).

Saudara-saudari,
Bacaan Kitab Suci yang kita renungkan hari ini mewartakan kembalinya para murid ke Yerusalem setelah menyaksikan Tuhan Yesus terangkat ke sorga. Setibanya di Yerusalem, naiklah mereka ke ruang atas tempat mereka menumpang. Mereka adalah Petrus dan Yohanes, Yakobus dan Andreas, Filipus dan Tomas, Bartolomeus dan Matius, Yakobus bin Alfeus, dan Simon orang Zelot dan Yudas bin Yakobus. Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus. Kebangkitan Tuhan Yesus menyatukan kembali para murid-Nya. Di tengah para murid-Nya hadir Bunda Maria. Bunda Maria selalu berada di tengah persekutuan para murid yang disatukan kembali oleh kebangkitan Tuhan Yesus. Mereka bertekun sehati dalam doa bersama. Persekutuan mereka inilah keluarga baru yang disatukan oleh Tuhan Yesus yang bangkit. Persekutuan mereka ini bukan hanya persekutuan manusiawi, antar teman, sahabat dan keluarga, tetapi lebih dari itu, yaitu persekutuan ilahi yang disatukan oleh Tuhan Yesus yang bangkit. Kehadiran Bunda Maria tentu memperkuat persekutuan ilahi para murid ini. Inilah awal lahirnya Gereja, persekutuan murid-murid Tuhan Yesus. Mereka bertekun sehati dalam doa.

Menjadi sangat jelas bahwa Bunda Maria hadir dalam persekutuan murid-murid Tuhan Yesus. Dimana ada orang-orang yang disatukan oleh Tuhan Yesus yang bangkit, di situlah Bunda Maria hadir memperkuat persekutuan ilahi para murid. Bunda Maria hadir sebagai ibu yang memperkuat dan melindungi persekutuan para murid. Dengan demikian Bunda Maria tidak dapat dipisahkan dari persekutuan para murid Tuhan Yesus. Dari atas salib, Tuhan Yesus sendirilah yang memberikan Bunda Maria sebagai ibu para murid; dan memberikan para murid sebagai anaknya.

Saudara-saudari,
karena sengsara, wafat dan kebangkitan Tuhan Yesus, kita disatukan sebagai murid-murid Kristus melalui baptis yang telah kita terima dalam Gereja yang satu, kudus, Katolik dan apostolik. Oleh karena itu, sebagai warga Gereja kita ini merupakan persekutuan ilahi yang disatukan oleh Tuhan Yesus. Setiap kali kita berkumpul atas nama Kristus, di situlah Kristus ada dan Bunda Maria selalu hadir menyertai dan memperkuat persekutuan kita. Tuhan Yesus sendiri bersabda: Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka. (Matius 18:20). Tentu kehadiran Tuhan Yesus disertai dengan Bunda Maria sebagai ibu bagi para murid, ibu Gereja. Syukur kepada Allah, kita dianugerahi seorang ibu yang setia dan selalu hadir di tengah kita serta berdoa bersama kita. Bunda Maria selalu memperkuat persatuan kita dengan Tuhan Yesus, putranya dan memperkuat persekutuan di antara kita, murid-murid Kristus.

Saudara-saudari
Dari perjalanan iman yang telah kita lalui bersama Bunda Maria dalam lima kali pertemuan, kita diajak untuk belajar dari Bunda Maria tentang penghayatan lima aspek hidup Gereja yang merupakan cara hidup Gereja. Sebagai cara hidup, tentu satu aspek dengan aspek lainnya saling terkait. Bunda Maria telah menjadi teladan iman bagi kita anak-anaknya dalam mewujudkan cara hidup Gereja. Bunda Maria selalu hadir dan menyertai kita dalam mewartakan karya keselamatan Allah, dalam kesetiaan beribadat, dalam kemurahan hati melayani, dalam kesejatian sebagai saksi Kristus dan kesatuan kita dalam persekutuan murid-murid Kristus.
Bunda Maria....doakanlah kami.
Berkat Allah selalu menyertai kita.
 


 

Doa Umat. Doa spontan dengan ujud masing-masing pribadi.

 

Marilah kita panjatkan doa-doa permohonan kita kepada Allah Bapa yang Maharahim, dengan meneladani ketekunan, kesehatian, dan iman para rasul serta Bunda Maria saat menantikan janji pemenuhan Roh Kudus di ruang atas.

Ya Bapa, bentuklah lingkungan kami ini, agar mampu meneladani jemaat perdana. Anugerahkanlah kami hati yang sehati, sejiwa, dan jauh dari perpecahan, sehingga kami selalu rukun, saling mendukung, dan tekun bertumbuh bersama dalam doa.
Marilah kita mohon...

Umat:
Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.

 

Ya Bapa, pandanglah saudara-saudari kami yang saat ini hatinya sedang cemas, bingung, atau takut karena menghadapi masa depan yang tidak pasti, masalah ekonomi, maupun beban hidup yang berat.
Seperti Engkau menemani para murid di ruang atas, hadirilah dan berikanlah ketenangan batin bagi mereka.
Marilah kita mohon...

Umat:
Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.

 

Ya Bapa, ajarlah kami untuk memiliki kesabaran dan iman yang teguh seperti Bunda Maria dan para rasul. Saat kami harus berada di "ruang tunggu" kehidupan dan menantikan jawaban atas doa-doa kami, mampukanlah kami untuk tidak putus asa, melainkan tetap setia bersandar pada janji dan waktu-Mu yang terbaik.
Marilah kita mohon...

Umat:
Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.

 

Allah Bapa yang Mahabaik, para murid-Mu telah menyatukan hati dan doa bersama Bunda Maria untuk menyambut Roh Kudus Penolong. Dengarkanlah doa-doa yang kami bawa ke hadapan-Mu hari ini. Penuhilah hati kami dengan pengharapan yang hidup, agar kami siap menjadi saksi-saksi kasih-Mu di tengah masyarakat. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami.

Umat: Amin.

 

 




Doa Rosario. Dipersilakan memilih peristiwa Rosario sendiri.

Doa Arah Dasar Keuskupan Surabaya 2026. Didoakan bersama.


Berkat Penutup.
Marilah kita hening sejenak, mohon berkat Tuhan bagi kita yang hadir di sini, bagi keluarga-keluarga dan juga bagi umat di lingkungan/stasi kita.

Semoga Tuhan beserta kita.
Semoga kita semua, seluruh anggota keluarga dan saudara kita di lingkungan/stasi . . . senantiasa dibimbing dan dilindungi oleh berkat Allah Yang Mahakuasa: Dalam Nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin.

Lagu Penutup. Jika diperlukan, dapat dipilih sendiri.

 



Bahan Pendalaman Iman Umat
Bulan Maria Tahun 2026
Keuskupan Surabaya