PERTEMUAN 4
BUNDA MARIA MENJADI SAKSI KRISTUS
PEMBUKAAN
Lagu Pembuka
(jika diperlukan, dapat dipilih sendiri)
Tanda Salib dan Salam
Pengantar
Saudara-saudari terkasih,
pada pertemuan keempat ini kita merenungkan tema: "Bunda Maria
Menjadi saksi Kristus", sebagai tugas kesaksian. Seringkali ketika kita
mendengar kata "saksi", kita membayangkan seseorang yang berbicara di
depan umum mensahringkan atau menceritakan pengalaman imannya. Namun
melalui kehidupan Bunda Maria, kita mau belajar bahwa kesaksian iman
lahir dari kesetiaan dalam diam, ketaatan dalam kerendahan hati dan
keberanian untuk tetap hadir di saat-saat tersulit.
Kita sudah melalui tiga kali pertemuan dan dalam pertemuan keempat ini,
bersama Bunda Maria kita diajak untuk Menjadi Saksi Kristus. Kesediaan
menjadi saksi Kristus merupakan salah satu buah persatuan kita dengan
Yesus, Guru dan Tuhan yang selalu kita terima setiap kali merayakan
Ekaristi. Sebagai Ibu Yesus peran Bunda Maria bukan sekadar orang tua
biologis, melainkan sosok yang pertama dan paling setia dalam perjalanan
misi Kristus. Marilah kita siapkan diri agar dapat meneladan Bunda Maria
menjadi saksi Kristus dengan taat kepada kehendak Tuhan, keteguhan hati
dalam menghadapi kesulitan dan mengarahkan orang lain pada Kristus.
Doa Pembuka.
Bunda Maria yang terkasih, Engkau adalah saksi pertama dari kehadiran
Tuhan di dunia ini. Sejak engkau mengucapkan: "Terjadilah padaku menurut
perkataan-Mu", engkau telah membuka jalan bagi Terang Dunia. Ajarilah kami
yang berkumpul di tempat ini untuk menjadi saksi Kristus yang sejati seperti
dirimu. Bunda yang setia, engkau berdiri teguh di kaki salib sebagai saksi
pengorbanan-Nya. Berilah kami keberanian untuk tetap setia saat iman kami
diuji. Bantulah kami untuk menemukan Dia dalam kesederhanaan hidup kami.
Semoga melalui doa-doamu, hidup kami memberi kesaksian yang hidup bagi
kemuliaan Allah. Demi Kristus Tuhan kami.
Amin.
Bacaan Kitab Suci.
Injil Yohanes 19:17-30.
Sesudah prajurit-prajurit itu menyalibkan Yesus, mereka mengambil
pakaian-Nya lalu membaginya menjadi empat bagian untuk tiap-tiap prajurit
satu bagian -- dan jubah-Nya juga mereka ambil. Jubah itu tidak berjahit,
dari atas ke bawah hanya satu tenunan saja. Karena itu mereka berkata
seorang kepada yang lain: "Janganlah kita membaginya menjadi beberapa
potong, tetapi baiklah kita membuang undi untuk menentukan siapa yang
mendapatnya."Demikianlah hendaknya supaya genaplah yang ada tertulis dalam
Kitab Suci: "Mereka membagi-bagi pakaian-Ku di antara mereka dan mereka
membuang undi atas jubah-Ku." Hal itu telah dilakukan prajurit-prajurit itu.
Dan dekat salib Yesus berdiri ibu-Nya dan saudara ibu-Nya, Maria, isteri
Klopas dan Maria Magdalena. Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang
dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: "Ibu, inilah,
anakmu!" Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Inilah ibumu!" Dan sejak
saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya. Sesudah itu, karena Yesus
tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah Ia --supaya genaplah
yang ada tertulis dalam Kitab Suci --: "Aku haus!" Di situ ada suatu bekas
penuh anggur asam. Maka mereka mencucukkan bunga karang, yang telah
dicelupkan dalam anggur asam, pada sebatang hisop lalu mengunjukkannya ke
mulut Yesus. Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah
selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.
Pendalaman Teks Kitab Suci.
Saling sharing jawaban singkat.
1. Kata atau kalimat mana yang berkesan bagi saudara-saudari? Mengapa?
2. Di dekat salib Tuhan Yesus, berdiri ibu-Nya dan saudara ibu-Nya, Maria,
istri Kleopas, dan Maria Magdalena, serta murid yang dikasihi Tuhan Yesus.
Menurut saudara-saudari, para murid Tuhan Yesus yang lain kemana? Mengapa?
3. Bayangkan saudara-saudari berada bersama Bunda Maria di bawah kaki salib
Tuhan Yesus. Apa yang saudara-saudari katakan pada Bunda Maria? Mengapa?
Penegasan (revisi)
Saudara-saudari,
Dalam pertemuan ketiga, kita berada bersama Bunda Maria dalam pesta
perkawinan di Kana untuk belajar pelayanan yang murah hati. Bahwa pelayanan
yang dilakukan Bunda Maria terjadi dalam peristiwa kemasyarakatan yaitu
perkawinan. Dengan demikian, pelayanan yang murah hati tertuju bagi warga
masyarakat. Berawal dari keterlibatan Bunda Maria yang melahirkan tindakan
konkrit dan melibatkan banyak orang serta tetap tersembunyi, tidak
menonjolkan diri. Kemurahan hati Bunda Maria dalam melayani akhirnya
membuahkan sukacita bagi banyak orang.
Dalam pertemuan keempat ini, perjalanan iman kita bersama Bunda Maria sampai
di kaki salib Tuhan Yesus. Bisa dibayangkan bagaimana situasi batin Bunda
Maria saat itu. Karena fokus utama dalam peristiwa salib adalah Tuhan Yesus
yang menderita, maka tidak diceritakan di dalam Kitab Suci tentang Bunda
Maria. Meski demikian, tidak mungkin Bunda Maria meninggalkan Tuhan Yesus
yang sedang sangat menderita. Pasti Bunda Maria menyaksikan dan merasakan
dari dekat apa saja yang terjadi dengan Tuhan Yesus.
Setiap olokan, hinaan dan cercaan yang diterima Tuhan Yesus, pasti juga
dirasakan oleh Bunda Maria. Setiap luka tergores di tubuh Tuhan Yesus, pasti
juga dirasakan dalam tubuh Bunda Maria. Bunda Maria adalah saksi Kristus
yang pertama dan utama. Sejak sebelum dikandung, sampai di kaki salib, Bunda
Maria tidak dapat dipisahkan dari Tuhan Yesus. Seluruh hidup Bunda Maria
memberi kesaksian tentang siapa Tuhan Yesus. Sebagai saksi Kristus, Bunda
Maria tidak berdiri di hadapan banyak orang dan menyampaikan kesaksian
dengan kata-kata, tetapi seluruh hidup Bunda Maria memberi kesaksian tentang
Tuhan Yesus.
Saudara-saudari,
Puncak kesaksian Bunda Maria terlaksana sempurna di kaki salib Tuhan
Yesus. Dari kaki salib Tuhan Yesus nampak jelas bahwa perjalanan hidup Tuhan
Yesus adalah perjalanan hidup Bunda Maria. Bersama saudari ibu-Nya, Maria,
istri Kleopas dan Maria Magdalena, serta murid yang dikasihi Tuhan Yesus,
Bunda Maria berdiri di bawah kaki salib Tuhan Yesus. Bukankah banyak orang
yang telah mengalami kebaikan dari Tuhan Yesus: disembuhkan dari kebutaan,
dipulihkan dari kelumpuhan, dibersihkan dari kusta, dikuduskan dari roh
jahat yang merasukinya, dibangkitkan dari kematian? Kemanakah mereka semua?
Bukankah Tuhan Yesus memiliki 12 murid? Satu orang sudah berkianat dan satu
orang menyangkal. Kemanakah lainnya? Tidak dijelaskan dalam kitab suci apa
yang terjadi dengan murid-murid itu ketika penyaliban Tuhan Yesus. Apakah
mereka mengikuti dari kejauhan? Ataukah mereka melarikan diri karena
ketakutan? Bersama beberapa perempuan dan murid yang dikasihi Tuhan Yesus
(Yohanes), Bunda Maria dengan setia berdiri di bahwa kaki salib Tuhan Yesus,
tanpa satu patah katapun. Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang
dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: "Ibu, inilah,
anakmu!" Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Inilah ibumu!" Dengan
kata-kata ini Tuhan Yesus menyerahkan pembentukan keluarga baru dimana ibu
Maria menjadi pelindung dan ibu bagi semua murid-murid-Nya. Bunda Maria
menjadi saksi pembentukan keluarga baru yang diikat oleh Tuhan Yesus.
Pada akhirnya, dari atas salib, Tuhan Yesus berkata: Aku haus!
Para serdadu mencucukan bunga karang yang dicelupkan dalam anggur asam, lalu
mengunjukkannya pada Tuhan Yesus.Sesudah meminum anggur asam itu, Tuhan
Yesus berkata: Sudah selesai. Lalu menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan
nyawaNya. Bunda Maria menyaksikan dan merasakan semua peristiwa di atas
salib. Bunda Maria adalah saksi Kristus yang sangat terpercaya. Karena dia
mengikuti Tuhan Yesus dengan setia sampai pada akhir.
Saudara-saudari,
Dari pengalaman hidup Bunda Maria kita dapat belajar menjadi saksi
Kristus. Menjadi saksi Kristus pertama-tama bukanlah soal kata-kata, tetapi
seluruh hidup. Bahwa seluruh hidup dengan setia mengikuti Tuhan Yesus. Meski
menghadapi kesulitan yang besar, Bunda Maria tetap setia. Meski menghadapi
banyak orang yang menghujat, menghina dan menolak Tuhan Yesus, Bunda Maria
tetap setia. Kitapun juga adalah saksi-saksi Kristus. Setiap murid Tuhan
Yesus adalah saksi Kristus. Seperti Bunda Maria, sebagai saksi kita diajak
untuk setia mengikuti Tuhan Yesus dalam seluruh hidup kita. Setiap kata dan
perilaku sehari-hari merupakan kesaksian akan Tuhan Yesus, Allah yang
menjadi manusia, yang menganugerahkan keselamatan jiwa yang kekal kepada
semua yang percaya kepada-Nya. Berkat Allah selalu menyertai kita.
Doa Umat. Doa spontan dengan ujud masing-masing
pribadi.
Doa Rosario. Dipersilakan memilih peristiwa Rosario sendiri.
Doa
Arah Dasar Keuskupan Surabaya 2026. Didoakan bersama.
Berkat Penutup.
Marilah kita hening sejenak, mohon berkat Tuhan bagi kita yang hadir di
sini, bagi keluarga-keluarga dan juga bagi umat di lingkungan/stasi kita.
Semoga Tuhan beserta kita.
Semoga kita semua, seluruh anggota keluarga dan saudara kita di
lingkungan/stasi . . . senantiasa dibimbing dan dilindungi oleh berkat Allah
Yang Mahakuasa: Dalam Nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin.
Lagu Penutup. Jika diperlukan, dapat dipilih sendiri.