BULAN MARIA TAHUN 2026

Bahan Pendalaman Iman Umat Bulan Maria
Keuskupan Surabaya Tahun 2026

 

Logo APP 2026

PERTEMUAN 4

BUNDA MARIA MENJADI SAKSI KRISTUS


PEMBUKAAN

Lagu Pembuka
(jika diperlukan, dapat dipilih sendiri)

Tanda Salib dan Salam

Pengantar
Saudara-saudari terkasih,
pada pertemuan keempat ini kita merenungkan tema: "Bunda Maria Menjadi saksi Kristus", sebagai tugas kesaksian. Seringkali ketika kita mendengar kata "saksi", kita membayangkan seseorang yang berbicara di depan umum mensahringkan atau menceritakan pengalaman imannya. Namun melalui kehidupan Bunda Maria, kita mau belajar bahwa kesaksian iman lahir dari kesetiaan dalam diam, ketaatan dalam kerendahan hati dan keberanian untuk tetap hadir di saat-saat tersulit.
Kita sudah melalui tiga kali pertemuan dan dalam pertemuan keempat ini, bersama Bunda Maria kita diajak untuk Menjadi Saksi Kristus. Kesediaan menjadi saksi Kristus merupakan salah satu buah persatuan kita dengan Yesus, Guru dan Tuhan yang selalu kita terima setiap kali merayakan Ekaristi. Sebagai Ibu Yesus peran Bunda Maria bukan sekadar orang tua biologis, melainkan sosok yang pertama dan paling setia dalam perjalanan misi Kristus. Marilah kita siapkan diri agar dapat meneladan Bunda Maria menjadi saksi Kristus dengan taat kepada kehendak Tuhan, keteguhan hati dalam menghadapi kesulitan dan mengarahkan orang lain pada Kristus.

 

Doa Pembuka.
Bunda Maria yang terkasih, Engkau adalah saksi pertama dari kehadiran Tuhan di dunia ini. Sejak engkau mengucapkan: "Terjadilah padaku menurut perkataan-Mu", engkau telah membuka jalan bagi Terang Dunia. Ajarilah kami yang berkumpul di tempat ini untuk menjadi saksi Kristus yang sejati seperti dirimu. Bunda yang setia, engkau berdiri teguh di kaki salib sebagai saksi pengorbanan-Nya. Berilah kami keberanian untuk tetap setia saat iman kami diuji. Bantulah kami untuk menemukan Dia dalam kesederhanaan hidup kami. Semoga melalui doa-doamu, hidup kami memberi kesaksian yang hidup bagi kemuliaan Allah. Demi Kristus Tuhan kami.
Amin.

 

Bacaan Kitab Suci.
Injil Yohanes 19:17-30.

Sesudah prajurit-prajurit itu menyalibkan Yesus, mereka mengambil pakaian-Nya lalu membaginya menjadi empat bagian untuk tiap-tiap prajurit satu bagian -- dan jubah-Nya juga mereka ambil. Jubah itu tidak berjahit, dari atas ke bawah hanya satu tenunan saja. Karena itu mereka berkata seorang kepada yang lain: "Janganlah kita membaginya menjadi beberapa potong, tetapi baiklah kita membuang undi untuk menentukan siapa yang mendapatnya."Demikianlah hendaknya supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci: "Mereka membagi-bagi pakaian-Ku di antara mereka dan mereka membuang undi atas jubah-Ku." Hal itu telah dilakukan prajurit-prajurit itu. Dan dekat salib Yesus berdiri ibu-Nya dan saudara ibu-Nya, Maria, isteri Klopas dan Maria Magdalena. Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: "Ibu, inilah, anakmu!" Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Inilah ibumu!" Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya. Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah Ia --supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci --: "Aku haus!" Di situ ada suatu bekas penuh anggur asam. Maka mereka mencucukkan bunga karang, yang telah dicelupkan dalam anggur asam, pada sebatang hisop lalu mengunjukkannya ke mulut Yesus. Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.


Pendalaman Teks Kitab Suci.
Saling sharing jawaban singkat.
1. Kata atau kalimat mana yang berkesan bagi saudara-saudari? Mengapa?


2. Di dekat salib Tuhan Yesus, berdiri ibu-Nya dan saudara ibu-Nya, Maria, istri Kleopas, dan Maria Magdalena, serta murid yang dikasihi Tuhan Yesus. Menurut saudara-saudari, para murid Tuhan Yesus yang lain kemana?
Mereka lari kocar-kacir dan bersembunyi di rumah-rumah aman dan mengunci diri karena ketakutan. (Yohanes 20:19)
Mengapa?
- Mereka takut ditangkap dan ikut disalibkan oleh tentara Romawi karena dianggap sebagai komplotan Yesus.
- Mereka Putus Asa melihat Guru yang mereka teladani ditangkap dan dihukum mati.
- Mereka malu karena telah meninggalkan dan menyangkal Yesus.

 

3. Bayangkan saudara-saudari berada bersama Bunda Maria di bawah kaki salib Tuhan Yesus. Apa yang saudara-saudari katakan pada Bunda Maria?
"Bunda Maria, terima kasih atas ketabahan dan kesetiaanmu. Dan ampunilah kami, karena atas perbuatan kami Putramu menanggung dosa-dosa kami."
Mengapa?
Sebagai rasa hornat kepada Ibu Maria akas ketabahann dan kekuatannya dimana Dia tetap setia menemani Putranya di Kayu Salib.

 

 


 

Penegasan (revisi)

Saudara-saudari,
Dalam pertemuan ketiga, kita berada bersama Bunda Maria dalam pesta perkawinan di Kana untuk belajar pelayanan yang murah hati. Bahwa pelayanan yang dilakukan Bunda Maria terjadi dalam peristiwa kemasyarakatan yaitu perkawinan. Dengan demikian, pelayanan yang murah hati tertuju bagi warga masyarakat. Berawal dari keterlibatan Bunda Maria yang melahirkan tindakan konkrit dan melibatkan banyak orang serta tetap tersembunyi, tidak menonjolkan diri. Kemurahan hati Bunda Maria dalam melayani akhirnya membuahkan sukacita bagi banyak orang.
Dalam pertemuan keempat ini, perjalanan iman kita bersama Bunda Maria sampai di kaki salib Tuhan Yesus. Bisa dibayangkan bagaimana situasi batin Bunda Maria saat itu. Karena fokus utama dalam peristiwa salib adalah Tuhan Yesus yang menderita, maka tidak diceritakan di dalam Kitab Suci tentang Bunda Maria. Meski demikian, tidak mungkin Bunda Maria meninggalkan Tuhan Yesus yang sedang sangat menderita. Pasti Bunda Maria menyaksikan dan merasakan dari dekat apa saja yang terjadi dengan Tuhan Yesus.
Setiap olokan, hinaan dan cercaan yang diterima Tuhan Yesus, pasti juga dirasakan oleh Bunda Maria. Setiap luka tergores di tubuh Tuhan Yesus, pasti juga dirasakan dalam tubuh Bunda Maria. Bunda Maria adalah saksi Kristus yang pertama dan utama. Sejak sebelum dikandung, sampai di kaki salib, Bunda Maria tidak dapat dipisahkan dari Tuhan Yesus. Seluruh hidup Bunda Maria memberi kesaksian tentang siapa Tuhan Yesus. Sebagai saksi Kristus, Bunda Maria tidak berdiri di hadapan banyak orang dan menyampaikan kesaksian dengan kata-kata, tetapi seluruh hidup Bunda Maria memberi kesaksian tentang Tuhan Yesus.

Saudara-saudari,
Puncak kesaksian Bunda Maria terlaksana sempurna di kaki salib Tuhan Yesus. Dari kaki salib Tuhan Yesus nampak jelas bahwa perjalanan hidup Tuhan Yesus adalah perjalanan hidup Bunda Maria. Bersama saudari ibu-Nya, Maria, istri Kleopas dan Maria Magdalena, serta murid yang dikasihi Tuhan Yesus, Bunda Maria berdiri di bawah kaki salib Tuhan Yesus. Bukankah banyak orang yang telah mengalami kebaikan dari Tuhan Yesus: disembuhkan dari kebutaan, dipulihkan dari kelumpuhan, dibersihkan dari kusta, dikuduskan dari roh jahat yang merasukinya, dibangkitkan dari kematian? Kemanakah mereka semua? Bukankah Tuhan Yesus memiliki 12 murid? Satu orang sudah berkianat dan satu orang menyangkal. Kemanakah lainnya? Tidak dijelaskan dalam kitab suci apa yang terjadi dengan murid-murid itu ketika penyaliban Tuhan Yesus. Apakah mereka mengikuti dari kejauhan? Ataukah mereka melarikan diri karena ketakutan? Bersama beberapa perempuan dan murid yang dikasihi Tuhan Yesus (Yohanes), Bunda Maria dengan setia berdiri di bahwa kaki salib Tuhan Yesus, tanpa satu patah katapun. Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: "Ibu, inilah, anakmu!" Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Inilah ibumu!" Dengan kata-kata ini Tuhan Yesus menyerahkan pembentukan keluarga baru dimana ibu Maria menjadi pelindung dan ibu bagi semua murid-murid-Nya. Bunda Maria menjadi saksi pembentukan keluarga baru yang diikat oleh Tuhan Yesus.
Pada akhirnya, dari atas salib, Tuhan Yesus berkata: Aku haus!
Para serdadu mencucukan bunga karang yang dicelupkan dalam anggur asam, lalu mengunjukkannya pada Tuhan Yesus.Sesudah meminum anggur asam itu, Tuhan Yesus berkata: Sudah selesai. Lalu menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawaNya. Bunda Maria menyaksikan dan merasakan semua peristiwa di atas salib. Bunda Maria adalah saksi Kristus yang sangat terpercaya. Karena dia mengikuti Tuhan Yesus dengan setia sampai pada akhir.

Saudara-saudari,
Dari pengalaman hidup Bunda Maria kita dapat belajar menjadi saksi Kristus. Menjadi saksi Kristus pertama-tama bukanlah soal kata-kata, tetapi seluruh hidup. Bahwa seluruh hidup dengan setia mengikuti Tuhan Yesus. Meski menghadapi kesulitan yang besar, Bunda Maria tetap setia. Meski menghadapi banyak orang yang menghujat, menghina dan menolak Tuhan Yesus, Bunda Maria tetap setia. Kitapun juga adalah saksi-saksi Kristus. Setiap murid Tuhan Yesus adalah saksi Kristus. Seperti Bunda Maria, sebagai saksi kita diajak untuk setia mengikuti Tuhan Yesus dalam seluruh hidup kita. Setiap kata dan perilaku sehari-hari merupakan kesaksian akan Tuhan Yesus, Allah yang menjadi manusia, yang menganugerahkan keselamatan jiwa yang kekal kepada semua yang percaya kepada-Nya. Berkat Allah selalu menyertai kita.
 



Doa Umat. Doa spontan dengan ujud masing-masing pribadi.

 

Marilah kita panjatkan doa-doa permohonan kita kepada Allah Bapa yang di Surga, sambil memandang salib suci Yesus Kristus, sumber keselamatan dan teladan kasih sejati bagi kita.

Ya Bapa, pandanglah saudara-saudari kami yang saat ini sedang mengalami penderitaan, sakit berat, dukacita, maupun keputusasaan.
Kuatkanlah mereka agar tidak merasa sendirian, dan mampukanlah mereka untuk menyatukan penderitaannya dengan salib Putra-Mu demi meraih keselamatan.
Marilah kita mohon...
Umat: Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.

Ya Bapa, ampunilah kami yang kerap kali bersikap seperti para murid yang lain, melarikan diri, menyangkal-Mu, dan bersembunyi karena ketakutan serta rasa malu ketika iman kami diuji.
Ubahlah hati kami yang rapuh ini menjadi hati yang berani untuk memihak pada kebenaran dan kasih-Mu.
Marilah kita mohon...
Umat: Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.

Ya Bapa, Ajarilah kami semua yang berkumpul di sini untuk saling mengasihi, peduli, dan menjadi pelindung bagi sesama kami yang lemah, telantar, dan kehilangan pegangan hidup.
Marilah kita mohon...
Umat: Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.


Allah Bapa yang Mahakasih, Putramu telah menyelesaikan karya penyelamatan-Mu di atas kayu salib dengan sempurna. Dengarkanlah doa-doa umat-Mu ini. Bentuklah kami menjadi pribadi yang setia hingga akhir, bersandar pada janji keselamatan-Mu yang abadi. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami.
Umat: Amin.

 




Doa Rosario. Dipersilakan memilih peristiwa Rosario sendiri.

Doa Arah Dasar Keuskupan Surabaya 2026. Didoakan bersama.


Berkat Penutup.
Marilah kita hening sejenak, mohon berkat Tuhan bagi kita yang hadir di sini, bagi keluarga-keluarga dan juga bagi umat di lingkungan/stasi kita.

Semoga Tuhan beserta kita.
Semoga kita semua, seluruh anggota keluarga dan saudara kita di lingkungan/stasi . . . senantiasa dibimbing dan dilindungi oleh berkat Allah Yang Mahakuasa: Dalam Nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin.

Lagu Penutup. Jika diperlukan, dapat dipilih sendiri.

 



Bahan Pendalaman Iman Umat
Bulan Maria Tahun 2026
Keuskupan Surabaya