BULAN MARIA TAHUN 2026

Bahan Pendalaman Iman Umat Bulan Maria
Keuskupan Surabaya Tahun 2026

 

Logo APP 2026

PERTEMUAN 3

BUNDA MARIA MURAH MELAYANI


PEMBUKAAN

Lagu Pembuka
(jika diperlukan, dapat dipilih sendiri)

Tanda Salib dan Salam

Pengantar
Saudara-saudari terkasih,
Dalam pertemuan kedua kita belajar dari kesetiaan Bunda Maria dalam beribadat sebagai penghayatan ketaatannya pada perintah Allah. Kita diingatkan bahwa peribadatan bukanlah sebatas doa pribadi tetapi cara menghayati iman yang tersusun rapi dengan
waktu-waktu tertentu. Pada pertemuan ketiga ini, kita belajar dari Bunda Maria dalam perkawinan di Kana. Kehadiran Bunda Maria dalam perkawinan itu membuahkan sukacita bagi semua orang.
Peristiwa di Kana bukan sekadar cerita tentang mukjijzat air yang berubah menjadi anggur tetapi kita melihat bagaimana Bunda maria sungguh melayani dengan Murah Hati. Bunda Maria adalah orang pertama yang menyadari bahwa tuan rumah sedang dalam kesulitan karena kehabisan anggur. Ia tidak tinggal diam, melainkan
membawa persoalan itu kepada Yesus. Ia tidak memaksa, namun percaya sepenuhnya dengan berpesan kepada para pelayan, "Apa yang dikatakan-Nya kepadamu, buatlah itu!"
 

Doa Pembuka.
Allah Bapa sumber belaskasih, kami umat lingkungan dan stasi bersyukur atas kemurahan-Mu dan keteladanan Bunda Maria dalam mewujudkan iman di tengah masyarakat. Hari ini kami berkumpul untuk belajar bersama dalam mendewasakan iman kami. Kami
mohon rahmat-Mu agar dapat meneladani Bunda Maria yang murah hati dalam melayani Masyarakat. Bunda Maria, ajarilah kami untuk menghidupi tugas pelayanan di tengah masyarakat dalam hidup kami sehari-hari. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami sepanjang segala masa. Amin.

 

Bacaan Kitab Suci.
Injil Yohanes 2:1-11.
Pada hari ketiga ada perkawinan di Kana yang di Galilea, dan ibu Yesus ada di situ; Yesus dan murid-murid-Nya diundang juga ke perkawinan itu. Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: "Mereka kehabisan anggur." Kata Yesus kepadanya: "Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba." Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: "Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!" Di situ ada enam tempayan yang disediakan untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi, masing-masing isinya dua tiga buyung. Yesus berkata kepada pelayan pelayan itu: "Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air." Dan mereka pun mengisinya sampai penuh. Lalu kata Yesus kepada mereka: "Sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta."
Lalu mereka pun membawanya. Setelah pemimpin pesta itu mengecap air, yang telah menjadi anggur itu -- dan ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinya -- ia memanggil mempelai laki-laki, dan berkata kepadanya: "Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang." Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya.


Pendalaman Teks Kitab Suci.
Saling sharing jawaban singkat.
1. Kata atau kalimat mana yang berkesan bagi saudara-saudari? Mengapa?
2. Menurut saudara-saudari, mengapa Bunda Maria menyampaikan persoalan kehabisan anggur kepada Tuhan Yesus?
3. Menurut saudara-saudari, mengapa Bunda Maria meminta para pelayan: apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu?

 

Penegasan
Saudara-saudari,
Pada pertemuan kedua, kita belajar kesetiaan Bunda Maria dalam beribadat. Dari Bunda Maria kita belajar bahwa beribadat bukan sebatas melaksanakan hukum atau kewajiban agama, tetapi lebih dari itu, yaitu perjuangan iman menguduskan hidup. Pengudusan hidup berpuncak dan berpusat dalam Ekaristi Suci yang dirayakan setiap Minggu, bahkan setiap hari. Di samping Ekaristi, ibadat sakramen lainnya juga tersedia untuk menguduskan hidup kita. Selain itu, kita juga dapat beribadat secara pribadi dan dalam keluarga serta lingkungan dengan berbagai intensi. Tersedia juga ibadat devosional: rosario, jalan salib, malaikat Tuhan, dll. Semua itu menguduskan hidup kita.

Pada pertemuan ketiga ini, kita belajar dari Bunda Maria dalam perkawinan di Kana. Kehadiran Bunda Maria dalam perkawinan itu membuahkan sukacita bagi semua orang. Hal ini bermula dari situasi kekurangan anggur dalam pesta pekawinan itu. Padahal dalam budaya orang Yahudi, anggur bukanlah sebatas suguhan, tetapi mengungkapkan keramahtamahan dan sukacita. Oleh karena itu, kekurangan anggur pasti akan membuat penyelenggara pesta sangat bingung. Bunda Maria mengetahui bahwa mereka kekurangan anggur. Nampaknya, anggur yang disediakan tidak cukup untuk dihidangkan pada tamu yang hadir. Pasti nanti akan kehabisan anggur. Jelas ini merupakan masalah besar bagi tuan rumah. Bunda Maria sangat cemas akan masalah yang dihadapi tuan rumah. Oleh karena itu, Bunda Maria menyampaikan kepada Tuhan Yesus: mereka kehabisan anggur. Kecemasan yang diungkapkan Bunda Maria ini menunjukkan dengan jelas keterlibatan Bunda Maria dalam pesta perkawinan itu. Bunda Maria tidak datang sebagai tamu, tetapi lebih dari itu, sebagai bagian dari tuan rumah yang sedang menghadapi masalah besar. Oleh karena itulah Bunda Maria mengkomunikasikan masalah yang diketahuinya kepada Tuhan Yesus.

Atas pemberitahuan Bunda Maria, Tuhan Yesus menjawab: Mau apakah engkau dari padaKu, ibu? Saat-Ku belum tiba. Secara sederhana jawaban Tuhan Yesus itu dapat dikatakan: apa urusan-Ku dengan apa yang engkau sampaikan itu. Itu belum waktunya. Seolaholah Tuhan Yesus tidak mau tahu akan apa yang disampaikan Bunda Maria. Meski demikian Bunda Maria mengatakan kepada para pelayan: Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu. Kata-kata Bunda Maria ini mengungkapkan kepercayaan Bunda Maria bahwa tidak mungkin Tuhan Yesus diam saja terhadap masalah yang sangat mencemaskan ibuNya.

Saudara-saudari,
Selanjutnya Tuhan Yesus berkata kepada pelayan pelayan itu: Isilah tempaya-tempayan itu penuh dengan air. Segera pelayan-pelayan mengisi 6 tempayan itu penuh dengan air. Setelah penuh, Tuhan Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu: "Sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta." Mereka pun membawanya kepada pemimpin pesta. Ternyata air di dalam tempayan-tempayan itu sudah berubah menjadi anggur. Pemimpin pestalah yang menyatakan kepada mempelai laki-laki: "Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang." Semua tamu yang hadir mengalami sukacita. Namun mereka semua tidak mengetahui bahwa sukacita itu berawal dari Bunda Maria yang kemudian diteruskan kepada Tuhan Yesus.

Beberapa hal yang dapat kita tangkap dari pelayanan yang murah hati dari Bunda Maria.
1. Pelayanan ini menunjuk pada peristiwa kemasyarakatan, yaitu perkawinan. Maka kekhasan pelayanan ini adalah untuk warga masyarakat, bukan untuk keluarga atau kelompok sendiri.
2. Pelayanan yang murah hati ini berawal dari kesediaan untuk terlibat. Bunda Maria hadir dalam pesta perkawinan itu bukan sebagai tamu, sebagai orang luar, tetapi masuk di dalam kesibukan dan kerepotan pesta itu. Tidak mungkin Bunda Maria mengetahui anggurnya habis, jika Bunda Maria tidak ikut repot dan sibuk dalam peristiwa itu.
3. Keterlibatan Bunda Maria itu melahirkan rasa menjadi bagian dari peristiwa itu. Bahwa tuan rumah menghadapi masalah besar, yaitu kehabisan anggur. Karena Bunda Maria menjadi bagian dari peristiwa itu, maka masalah yang dihadapi tuan rumah menjadi masalah Bunda Maria pula. Karena itulah timbul kecemasan dalam diri Bunda Maria. Bisa saja Bunda Maria tidak mau tau atau pura-pura tidak tahu.
4. Kemurahan hati berbuah tindakan yang konkrit. Kemurahan hati tidak hanya berhenti pada merasakan masalah yang dialami orang lain, tetapi menggerakkan untuk melakukan tindakan konkrit. Yaitu mengajak orang lain untuk terlibat. Bunda Maria mengkomunikasikan kecemasan yang dirasakan kepada Tuhan Yesus, bahwa anggurnya habis. Bunda Maria juga mengajak pelayan-pelayan itu untuk terlibat: meminta kepada mereka untuk menuruti apa yang dikatakan Tuhan Yesus. Tindakan konkrit Bunda Maria ini membuahkan sukacita karena tuan rumah terhindar dari masalah besar.
5. Kemurahan hati tidak perlu dan tidak butuh diketahui banyak orang. Tuan rumah dan semua tamu tidak mengetahui sama sekali bahwa masalah besar yang dihadapi itu teratasi karena Bunda Maria dan Tuhan Yesus.
 

Saudara-saudari,
Sebagai persekutuan murid-murid Kristus, kita hidup di tengah masyarakat. Banyak kesempatan yang mengajak kita untuk dengan murah hati melayani seperti Bunda Maria: keterlibatan kita dalam membantu dan menolong mereka yang bukan seiman, kesediaan
kita menjadi pelayan masyarakat sebagai RT/RW, kepeduliaan kita terhadap mereka yang miskin lemah tidak berdaya, menguatkan yang mengalami kesusahan, kesediaan terlibat dalam peristiwa kemasyarakatan, dll. Kemurahan hati dalam melayani merupakan
wujud nyata perutusan kita sebagai garam dan terang dunia.
Berkat Allah selalu menyertai kita.

 

Doa Umat. Doa spontan dengan ujud masing-masing pribadi.

Doa Rosario. Dipersilakan memilih peristiwa Rosario sendiri.

Doa Arah Dasar Keuskupan Surabaya 2026. Didoakan bersama.


Berkat Penutup.
Marilah kita hening sejenak, mohon berkat Tuhan bagi kita yang hadir di sini, bagi keluarga-keluarga dan juga bagi umat di lingkungan/stasi kita.

Semoga Tuhan beserta kita.
Semoga kita semua, seluruh anggota keluarga dan saudara kita di lingkungan/stasi . . . senantiasa dibimbing dan dilindungi oleh berkat Allah Yang Mahakuasa: Dalam Nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin.

Lagu Penutup. Jika diperlukan, dapat dipilih sendiri.

 



Bahan Pendalaman Iman Umat
Bulan Maria Tahun 2026
Keuskupan Surabaya