BULAN MARIA TAHUN 2026

Bahan Pendalaman Iman Umat Bulan Maria
Keuskupan Surabaya Tahun 2026

 

Logo APP 2026

PERTEMUAN I

BUNDA MARIA MEWARTAKAN KARYA ALLAH


PEMBUKAAN

Lagu Pembuka
(jika diperlukan, dapat dipilih sendiri)

Tanda Salib dan Salam

Pengantar
Saudara-saudari terkasih,
Gereja menetapkan Bulan Mei sebagai Bulan Maria. Perjalanan iman Bulan Maria Tahun 2026 ini mengajak kita belajar dari Bunda Maria dalam menghayati lima aspek hidup Gereja. Dengan mendalami tema ini, kita diajak menjadikan Bunda Maria sebagai model dan pendamping dalam pertumbuhan iman kita. Bunda Maria bukan sekadar pendoa, melainkan teladan nyata bagaimana kelima aspek hidup Gereja dijalankan secara harmonis.
Pada pertemuan pertama ini, kita diajak untuk belajar dari Bunda Maria yang mewartakan Karya Allah. Bunda Maria mewartakan karya Allah melalui kidung Magnificat yang akan kita dengarkan hari ini. Bersama Bunda Maria, kita dipanggil untuk berani mewartakan Kabar Gembira melalui tindakan nyata dan kesaksian hidup, membawa Kristus kepada sesama sebagaimana Bunda Maria mengungkapkan kabar sukacita kepada Elisabet. Bunda Maria bukan sekadar figur sejarah, melainkan teladan sempurna dalam menanggapi karya keselamatan Allah.
Marilah kita siapkan diri kita untuk memulai pertemuan pertama ini. Kita mohon terang Roh Kudus agar dapat memahami ajaran iman Gereja dan menghayatinya dalam perjuangan hidup kita sehari-hari. Kita hening sejenak untuk menyiapkan diri.

 

Doa Pembuka.
Allah Bapa yang Maha Pengasih, kami mengucap syukur ke hadirat-Mu atas kesempatan malam ini, di mana kami dapat berkumpul bersama sebagai satu keluarga di Lingkungan dan stasi untuk mengikuti pendalaman iman Bulan Maria. Hari ini kami ingin belajar dari Bunda Maria, hamba-Mu yang senantiasa mewartakan Karya Ilahimu dalam kidungnya "Magnificat".
Kami mohon, Berilah kami keberanian seperti Bunda Maria, agar kami memiliki keberanian dan komitmen untuk mewartakan karya Allah: "Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juru Selamatku". Doa ini kami haturkan kepada-Mu dengan perantaraan Yesus Tuhan dan juru selamat kami. Amin.

 

Bacaan Kitab Suci.
Injil Lukas 1:46-55.
Lalu kata Maria: "Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus. Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia. Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya; Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah; Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa; Ia menolong Israel, hamba-Nya, karenaIa mengingat rahmat-Nya, seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya."


Pendalaman Teks Kitab Suci.
Saling sharing jawaban singkat.
1. Kata atau kalimat mana yang berkesan bagi saudara-saudari? Mengapa?
2. Menurut saudara-saudari, apa maknanya pernyataan ibu Maria: "jiwaku memuliakan Tuhan dan hatiku bersukaria karena Allah penyelamatku"?

 

Penegasan
Saudara-saudari,
Perjalanan iman di Bulan Maria tahun 2026 ini, mengajak kita untuk belajar dari Bunda Maria dalam menghayati lima aspek hidup Gereja. Pada pertemuan pertama ini kita belajar mengahyati peran Bunda Maria sebagai pewarta sabda Allah melalui teks Kitab Suci Magnificat atau yang lebih populer disebut Kidung Maria. Kata magnificat berarti memuliakan atau mengagungkan.
Kata ini diambil dari kata-kata Bunda Maria di awal tadi: Jiwaku memuliakan Tuhan. Dalam magnificat itu Bunda Maria mewartakan karya Allah yang menyelamatkan. Pewartaan Bunda Maria ini merupakan kelanjutan yang tak terpisahkan dari sikap hati Bunda Maria yang terbuka dan rendah hati mendengarkan Sabda Allah yang disampaikan oleh malaikat Gabriel.

Ada tiga hal penting yang diwartakan malaikat Gabriel.
Pertama, bahwa Bunda Maria akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki yang hendaknya diberi nama Yesus.
Kedua, Roh Kudus akan turun atas diri Bunda Maria dan kuasa Allah yang Maha Tinggi akan menaungi Bunda Maria karena anak yang akan dilahirkan disebut kudus, Anak Allah.
Ketiga, Elisabet, sanak Bunda Maria yang sudah lanjut usia dan dikatakan mandul itu, telah mengandung pada bulan yang keenam. Sebagai kata penutup, malaikat Gabriel menegaskan: bagi Allah tidak ada yang mustahil. Atas warta yang disampaikan malaikat Gabriel itu, Bunda Maria dengan sepenuh hati menjawab: Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.

 

Saudara-saudari,
Keterbukaan dan kerendahan hati Bunda Maria mendengarkan Sabda Allah melalui malaikat Gabriel membuahkan kesadaran akan dirinya sebagai hamba Allah. Sebagai hamba Allah, Bunda Maria bersedia tulus melaksanakan kehendak Allah dalam seluruh hidupnya: terjadilah padaku menurut kehendak-Mu. Oleh karena itulah, Bunda Maria selanjutnya menempuh perjalanan yang jauh untuk mengunjungi Elisabet. Sesampainya di rumah Elisabet, Bunda Maria memberi salam kepada Elisabet. Mendengar salam Bunda Maria, anak yang di dalam rahim Elisabet melonjak dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus, lalu berseru: Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku. Berbahagialah ia yang telah percaya, sebab yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana.
Karena ungkapan iman Elisabet, Bunda Maria mewartakan karya Allah yang menyelamatkan dalam magnificat atau kidung Maria yang diwartakan kepada kita hari ini.

 

Saudara-saudari,
Sebagai pewarta karya keselamatan Allah, Bunda Maria mewartakan beberapa hal penting bagi kita sebagai murid-murid Kristus yang adalah anak-anak Bunda Maria.
1. Bunda Maria memuliakan Tuhan dan bergembira karena Allah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Yang dimaksud dengan kerendahan hamba Allah adalah kesediaan dan ketulusan mendengarkan dan melaksanakan kehendak Allah.
2. Segala keturunan akan menyebut Bunda Maria berbahagia karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadanya dan nama-Nya adalah kudus. Dengan demikian, Bunda Maria menyebut dirinya berbahagia karena telah dipakai oleh Allah untuk melakukan perbuatan-perbuatan besar.
3. RahmatNya turun temurun atas orang yang yang takut akan Dia. Rahmat Allah akan turun terus menerus atas orang yang tulus berbakti kepadaNya: menjadi pelaksana kehendak Allah.
4. Karena Allah memperhatikan kerendahan hamba-Nya, maka Allah akan mencerai beraikan orang yang congkak hatinya.
5. Allah akan menurunkan mereka yang mengagungkan dan mengutamakan kekuasaan, dan meninggikan mereka yang kecil dan rendah hati.
6. Allah akan melimpahkan segala yang baik pada orang yang mengandalkan hidupnya pada Allah dan mengusir pergi dengan tangan hampa mereka yang mengandalkan kekayaan dalam hidupnya.
7. Allah akan selalu mengingat rahmatNya kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya.
 

Saudara-saudari,
Itulah tujuh hal penting yang diungkapkan Bunda Maria sebagai pewarta karya keselamatan Allah. Dan bukan hanya kata-kata magnificat yang diwartakan Bunda Maria, tetapi seluruh hidupnya mewartakan karya keselamatan Allah yang terpenuh dalam diri Tuhan Yesus, putra yang dilahirkan dari rahimnya. Dari Bunda Maria kita belajar bahwa untuk menjadi pewarta karya keselamatan Allah, Bunda Maria memiliki keterbukaan dan kerendahan hati mendengarkan kehendak Allah serta memiliki komitmen untuk melaksanakan kehendak Allah: Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut kehendak-Mu.

 

Saudara-saudari,
Sebagai murid-murid Kristus dan putra-putri Bunda Maria, kita juga diundang menjadi pewarta karya keselamatan Allah. Bersama Bunda Maria, dengan segala kelemahan dan kerapuhan, kita diundang terus menerus untuk menjadi pewarta keselamatan Allah. Tuhan Yesus memberikan perintah kepada kita: Pergilah ke seluruh dunia, wartakanlah Injil kepada segala makhluk. Banyak hal dapat kita lakukan sebagai pewarta iman bersama Bunda Maria: kesediaan untuk menjadi pewarta iman bagi anak-anak dengan menceritakan kisah-kisah dalam kitab suci, memberikan jawaban atas pertanyaan pertanyaan iman yang diajukan anak-anak, kesediaan menjadi pemandu pendalaman iman, memberi renungan, menjadi pengajar pada calon baptis, calon penerima komuni pertama, calon penerima sakramen Krisma, guru agama di sekolah, menjadi pembina BIAK, REKAT, OMK dan masih banyak yang lain. Mari kita ikut terlibat menjadi pewarta-pewarta iman bagi paroki dan Lingkungan kita.
Berkat Allah selalu menyertai kita.

 

Doa Umat. Doa spontan dengan ujud masing-masing pribadi.

Doa Rosario. Dipersilakan memilih peristiwa Rosario sendiri.

Doa Arah Dasar Keuskupan Surabaya 2026. Didoakan bersama.


Berkat Penutup.
Marilah kita hening sejenak, mohon berkat Tuhan bagi kita yang hadir di sini, bagi keluarga-keluarga dan juga bagi umat di lingkungan/stasi kita.

Semoga Tuhan beserta kita.
Semoga kita semua, seluruh anggota keluarga dan saudara kita di lingkungan/stasi . . . senantiasa dibimbing dan dilindungi oleh berkat Allah Yang Mahakuasa: Dalam Nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin.

Lagu Penutup. Jika diperlukan, dapat dipilih sendiri.

 



Bahan Pendalaman Iman Umat
Bulan Maria Tahun 2026
Keuskupan Surabaya