PERTEMUAN 3
Maria Cerita Kita di Gereja
AVE MARIA
Engkau yang dipilih Allah Bapa yang di surga
Untuk melahirkan Putra-Nya yang kudus
Engkaulah bunda Kristus
Bunda sang penebus segala dosa manusia
Bunda Maria perawan yang tiada bernoda
Hatimu bersinar putih tiada bercela
Engkau Bunda Almasih
Yang diangkat ke surga penuh kemuliaan
Reff:
Ave Maria 2x
Terpujilah Bunda terpujilah namamu
Sepanjang segala masa
Ave Maria 2x
Syukur kepada-Mu Tuhan yang Pengasih
Selama-lamanya
TANDA SALIB
P + U: Dalam Nama Bapa, dan Putera dan Roh Kudus. Amin.
P : Semoga beserta kita.
U: Sekarang dan selama-lamanya.
PENGANTAR
Teman-teman terkasih, selamat datang. Kita kembali berkumpul sebagai
orang muda Gereja dengan semangat dan harapan baru. Kita membawa
pengalaman hidup dari keluarga dan komunitas kita. Kita juga datang
dengan kerinduan untuk semakin mengenal Tuhan dalam hidup kita. Pada
pertemuan sebelumnya, kita belajar bahwa Maria menjadi penjaga iman
dalam keluarga. Maria hadir sebagai ibu yang setia mendampingi. Ia
membantu keluarga bertumbuh dalam iman dan menjaga agar iman tetap hidup
dalam keseharian.
Hari ini, kita melangkah lebih jauh. Kita akan mendalami peran Maria
dalam kehidupan Gereja. Kita belajar bahwa Maria menyatukan anak-anaknya
dalam Gereja dan tidak membiarkan kita berjalan sendiri. Ia mengajak
kita untuk hidup dalam kebersamaan.
Melalui pertemuan ini, kita diajak untuk merasakan kehadiran Maria dalam
hidup kita. Kita belajar bahwa Maria mendekatkan kita kepada Gereja dan
menuntun kita untuk hidup dalam komunitas yang saling menemani. Karena
itu, marilah kita membuka hati agar Roh Kudus mempersatukan kita dalam
kasih.
DOA PEMBUKA
(Didoakan bersama - sama atau memilih salah satu petugas doa dari Teman
Muda)
P : Marilah kita berdoa (hening sejenak)
P+U : Ya Bapa yang penuh kasih, kami bersyukur atas cinta-Mu yang
selalu menyertai hidup kami. Engkau memberikan Bunda Maria sebagai ibu
yang menyatukan dan mendampingi kami dalam Gereja. Utuslah Roh Kudus-Mu
agar kami semakin mampu memahami sabda-Mu. Bimbinglah kami agar setia
hidup dalam Gereja dan saling mengasihi sebagai satu komunitas. Seluruh
doa, harapan, dan permohonan ini kami sampaikan kepadaMu Bapa dengan
pengantaraan Kristus, Tuhan kami, yang berkuasa dengan Dikau dalam
persekutuan dengan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa.
Amin.
BACAAN KITAB SUCI
KISAH PARA RASUL 2:1-13 (PENTAKOSTA)
Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu
tempat. Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin
keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; dan tampaklah
kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap
pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu
mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang
diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya. Waktu itu di
Yerusalem diam orang orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa di bawah
kolong langit. Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak.
Mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu
berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri. Mereka semua
tercengang-cengang dan heran, lalu berkata: "Bukankah mereka semua yang
berkata-kata itu orang Galilea? Bagaimana mungkin kita masing-masing
mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa
yang kita pakai di negeri asal kita: kita orang Partia, Media, Elam,
penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia, Frigia dan
Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene,
pendatang-pendatang dari Roma, baik orang Yahudi maupun penganut agama
Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka berkata-kata
dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang
dilakukan Allah." Mereka semuanya tercengang-cengang dan sangat
termangu-mangu sambil berkata seorang kepada yang lain: "Apakah artinya
ini?" Tetapi orang lain menyindir: "Mereka sedang mabuk oleh anggur
manis."
SHARING PENDALAMAN
1.Momen mana yang menarik bagi Teman Muda dari bacaan di atas? Mengapa
momen itu menarik bagimu?
2.Menurut Teman Muda, komunitas seperti apa yang tercermin dalam
peristiwa di atas?
3.Menurut Teman Muda, bagaimana peran Roh Kudus terhadap komunitas Para
Rasul di atas?
PENEGUHAN
Teman Muda yang terkasih, sebagai orang muda kita pasti ingin punya
tempat untuk pulang. Kita ingin punya komunitas yang menerima kita apa
adanya. Kita ingin punya teman yang mendukung, bukan menghakimi. Kita
ingin didengar saat kita bercerita. Kita ingin merasa bahwa kehadiran
kita itu penting. Namun kenyataannya tidak selalu seperti itu. Kadang
kita merasa tidak dianggap dalam komunitas. Kadang kita merasa sendirian
walaupun sedang bersama banyak orang. Ada juga yang merasa tidak punya
tempat di Gereja. Bahkan ada yang akhirnya memilih menjauh. Pengalaman
ini mungkin pernah kita rasakan. Di sinilah kita diajak untuk melihat
peran Bunda Maria. Maria adalah ibu yang tidak pernah meninggalkan
anak-anaknya. Maria selalu berusaha menyatukan, bukan memecah. Maria
hadir dengan kelembutan dan perhatian. Maria menemani para murid dengan
setia. Maria menunjukkan bahwa kebersamaan itu penting. Dalam Kisah Para
Rasul (Kis. 1:12-14), Maria sungguh hadir bersama para rasul. Ia berdoa
bersama mereka, menantikan janji Tuhan. Ia tidak pergi ketika situasi
tidak pasti, tetapi justru tetap tinggal dan setia.
Dalam Kisah Pentakosta, para murid berkumpul bersama. Mereka datang
dengan rasa takut dan kebingungan. Namun mereka tetap tinggal bersama
dalam doa. Tiba tiba Roh Kudus datang dan memenuhi mereka. Mereka mulai
berbicara dalam berbagai bahasa. Banyak orang dari berbagai bangsa bisa
mengerti mereka. Hal ini menunjukkan bahwa Roh Kudus itu universal. Roh
Kudus tidak dibatasi oleh bahasa atau budaya. Roh Kudus menghadirkan
bahasa yang semua orang mengerti. Bahasa itu adalah kasih, damai, dan
persatuan. Ketika orang hidup dalam kasih, semua orang bisa
merasakannya.
Itulah tanda kehadiran Roh Kudus. Menariknya, Maria juga ada di tengah
mereka. Maria tidak menonjolkan diri, tetapi tetap hadir. Maria berdoa
bersama mereka dan menguatkan mereka. Maria membantu mereka untuk tetap
bersatu. Maria menjadi sosok yang menenangkan dan menguatkan. Maria
mendekatkan mereka pada kehidupan Gereja yang sejati.
Sekarang kita diajak untuk melihat hidup kita sendiri. Apakah kita
sudah merasakan kehadiran Maria? Apakah kita mau belajar dari Maria
untuk menemani sesama? Apakah kita mau menjadi bagian dari komunitas
yang saling menerima? Kita semua punya peran dalam membangun komunitas.
Komunitas yang ideal itu sederhana.
Komunitas yang ideal adalah komunitas yang mau hadir. Komunitas yang mau
mendengarkan tanpa menghakimi. Komunitas yang tidak mengucilkan siapa
pun. Komunitas yang saling mendukung dalam iman. Komunitas yang berjalan
bersama menuju Tuhan. Mari kita mulai dari hal kecil. Mari kita menyapa
teman yang jarang diajak bicara. Mari kita mendengarkan tanpa menyela.
Mari kita hadir bagi teman yang sedang kesulitan. Mari kita membawa
suasana damai dalam komunitas. Mari kita berjalan bersama Maria menuju
Yesus.
DOA SPONTAN
(Berdasarkan peneguhan di atas, dan dari keperluan kehidupan Teman Muda,
dipersilakan menyampaikan doa-doa spontannya.)
DOA PENYERAHAN KEPADA BUNDA MARIA (PUJI SYUKUR NO. 216)
(Didoakan secara bersama-sama)
Santa Maria, Bunda Allah, kami bersyukur karena Allah telah membebaskan
engkau dari noda dosa sejak engkau dikandung; Ia berkenan memperhatikan
kerendahanmu, dan mengangkat Engkau menjadi ibu Sang Juru Selamat. Kami
bersyukur pula karena engkau telah menjadi teladan orang beriman. Dalam
menanggapi panggilan Allah, Engkau menyerahkan diri segenap hati dengan
berkata, "Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataanmu."
Ya Bunda, kami, para putramu, sangat mencintai engkau dan ingin
mengikuti teladanmu. Mohonkanlah kami rahmat Allah, agar kami selalu
berusaha melakukan kehendak Allah.
Bunda yang penuh kasih sayang, kami serahkan kepadamu segenap keluarga
kami. Sudilah engkau selalu melindungi kami sekeluarga. Semoga kami
semua menjadi anak-anak yang patut kepadaMu dan saling mengasihi dengan
tulus hati.
Kami serahkan kepadamu segenap warga masyarakat kami bersama para
pemimpinnya. Sudilah engkau melindungi mereka dalam setiap usaha
membangun bangsa dan negara.
Ya Ratu Pencinta Damai, batulah agar segala bangsa bersatu padu, hidup
rukun dan damai. Bukalah jalan iman bagi mereka yang belum mengenal
putramu, Yesus.
Doakanlah mereka yang dianiaya karena iman dan kebenaran. Semoga mereka
tabah, dan tetap setia kepada Yesus, putramu.
Ya Bunda Maria, penolong yang sejati, hantarkanlah semua permohonan kami
ini ke hadapan putramu, Sang Maharaja Kerajaan Damai, tempat setiap doa
permohonan dikabulkan, setiap beban hati diringankan, dan segala
kelemahan dikuatkan. Dialah Tuhan kami kini dan sepanjang masa.
(Amin.)
Doa Bapa Kami 1x
DOA PENUTUP
(Didoakan bersama - sama atau memilih salah satu petugas doa dari Teman
Muda)
P : Marilah kita berdoa (hening sejenak)
P + U : Ya Tuhan yang penuh kasih, kami bersyukur atas
penyertaan-Mu dalam pertemuan ini dan dalam hidup kami. Engkau
menghadirkan Roh Kudus yang mempersatukan kami dalam kasih dan damai
sebagai satu komunitas Gereja. Engkau juga memberikan Bunda Maria yang
setia mendampingi dan menyatukan kami sebagai anak-anak-Mu. Bimbinglah
kami agar mampu hidup saling menerima, saling menemani, dan tidak
mengucilkan siapa pun dalam komunitas kami. Kuatkanlah kami agar setia
berjalan bersama-Mu dan menjadi tanda kasih-Mu di tengah dunia. Doa,
harapan, dan seluruh niat baik kami, kami persembahkan kepadaMu, dengan
pengantaraan Kristus, Tuhan kami, kini dan sepanjang masa. Amin.
BERKAT PENUTUP
P : Semoga Tuhan beserta kita
U : Sekarang dan selama-lamanya
P : Semoga kita semua diberkati Tuhan yang Mahakuasa
P + U : Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus, Amin.
P : Teman-teman terkasih, pendalaman iman Bulan Maria pertemuan
ketiga sudah selesai
U : Syukur kepada Allah
LONCENG MARIA
Hari ini kami memuji
Bunda penuh kasih, prawan lestari
Ave Maria ...
Salam Maria bunda penuh rahmat
Tuhan besertamu, terpujilah dikau
Ave Maria ...
Santa Maria bunda Tuhan Allah
Doakanlah kami, kini dan selalu
Ave Maria

