PERTEMUAN 1
HARI INI KURASA BAHAGIA
Hari ini kurasa bahagia
Berkumpul bersama saudara seiman
Tuhan Yesus t'lah satukan kita
Tanpa memandang di antara kita
Bergandengan tangan
Dalam kasih dalam satu hati
Berjalan dalam terang kasih Tuhan
Kau sahabatku kau saudaraku
Tiada yang dapat memisahkan kita
Kau sahabatku kau saudaraku
Tiada yang dapat memisahkan kita
TANDA SALIB
P + U: Dalam Nama Bapa, dan Putera dan Roh Kudus. Amin.
P: Semoga beserta kita.
U: Sekarang dan selama-lamanya.
PENGANTAR
Hallo Teman Muda. Semoga selalu sehat dan bersukacita. Selamat datang
dalam pendalaman iman bulan Mei 2026. Gereja Katolik mempersembahkan
bulan Mei untuk menyegarkan iman kepada Kristus melalui Bunda Maria.
Harapannya, setiap umat Katolik, terutama Orang Muda, mengalami
pertumbuhan iman berkat pertolongan Bunda Maria.
Teman Muda terkasih, dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mengalami
pasang surut iman. Kita kadang merasakan semangat, tetapi juga kadang
merasa lelah untuk setia pada Tuhan.
Kita pun juga merasa semakin jauh dari Tuhan. Dalam situasi seperti itu,
kita diundang untuk merasakan kehadiran Bunda Maria sebagai seorang Ibu
yang sangat bersahabat. Melalui pertemuan ini dengan tema "Maria Sahabat
Perjalanan Imanku", kita akan melihat Bunda Maria sebagai pribadi yang
selalu rindu untuk dekat dengan hidup kita. Bunda Maria sebagai sahabat
yang menguatkan kita dalam situasi dan kondisi apa pun. Marilah kita
hening sejenak untuk menyiapkan hati dengan berdoa
DOA PEMBUKA
(Didoakan bersama - sama atau memilih salah satu petugas doa dari Teman
Muda)
P : Marilah kita berdoa (hening sejenak)
P+U : Allah Bapa di Surga, pada hari ini kami mengucapkan syukur
dengan sepenuh hati atas penyertaan-Mu dalam hidup kami. Pada kesempatan
ini, kami berkumpul sebagai persekutuan murid-muridMu untuk merenungkan
iman kami bersama Bunda Maria, yang Engkau pilih sebagai teladan
kesetiaan dan ketaatan. Kami mohon bimbinglah kami dengan Roh Kudus Mu,
agar kami dapat memahami dan menghayati tema pertemuan ini, "Maria
Sahabat Perjalanan Imanku." Dengan penuh pengharapan, semoga kami
sanggup berkata seperti Bunda Maria, "Terjadilah padaku menurut
kehendakMu." Doa ini kami persembahkan padaMu, bersama Bunda Maria, dan
dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa kini
dan sepanjang masa. Amin.
BACAAN KITAB SUCI
YOHANES 19:23 - 30
Sesudah prajurit-prajurit itu menyalibkan Yesus, mereka mengambil
pakaian-Nya lalu membaginya menjadi empat bagian untuk tiap-tiap
prajurit satu bagian - dan jubah-Nya juga mereka ambil. Jubah itu tidak
berjahit, dari atas ke bawah hanya satu tenunan saja. Karena itu mereka
berkata seorang kepada yang lain: "Janganlah kita membaginya menjadi
beberapa potong, tetapi baiklah kita membuang undi untuk menentukan
siapa yang mendapatnya." Demikianlah hendaknya supaya genaplah yang ada
tertulis dalam Kitab Suci: "Mereka membagi-bagi pakaian-Ku di antara
mereka dan mereka membuang undi atas jubah-Ku." Hal itu telah dilakukan
prajurit prajurit itu. Dan dekat salib Yesus berdiri ibu-Nya dan saudara
ibu Nya, Maria, isteri Klopas dan Maria Magdalena. Ketika Yesus melihat
ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada
ibu-Nya: "Ibu, inilah, anakmu!" Kemudian kata-Nya kepada murid-Nya:
"Inilah ibumu!" Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam
rumahnya. Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah
selesai, berkatalah Ia - supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab
Suci -: "Aku haus!" Di situ ada suatu bekas penuh anggur asam. Maka
mereka mencucukkan bunga karang, yang telah dicelupkan dalam anggur
asam, pada sebatang hisop lalu mengunjukkannya ke mulut Yesus. Sesudah
Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai." Lalu Ia
menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.
SHARING PENDALAMAN
1. Dari bacaan Injil di atas, kalimat atau ayat mana yang paling
berkesan bagi Teman Muda?
2. Menurut teks Injil di atas, dikatakan "Ketika Yesus melihat ibu-Nya
dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya:
"Ibu, inilah, anakmu!" Kemudian kata-Nya kepada murid-Nya: "Inilah
ibumu!" Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya.
Apakah arti kalimat tersebut?
3. Apakah Teman Muda mengalami pengalaman di mana Bunda Maria sungguh
dirasakan kehadirannya sebagai ibu dalam perjuangan hidup Teman Muda?
Ceritakanlah dengan singkat.
PENEGUHAN
Teman Muda terkasih, kita patut mengucapkan syukur kepada Allah Bapa di
surga karena telah mengumpulkan kita dalam pertemuan pendalaman iman
pertama Bulan Maria ini. Dalam komunitas ini, kita datang dengan membawa
cerita dari pergulatan hidup dan pengalaman iman kita yang beragam dan
kaya. Ada yang penuh semangat, ada pula yang lesu dan lelah. Ada yang
merasa akur dengan Tuhan tetapi ada pula yang merasa jauh dari-Nya.
Itu dari sisi pasang surut iman, tentang relasi kita dengan Tuhan.
Bagaimana dengan perkembangan diri kita sebagai pribadi? Sebagai orang
muda, kita sering menghadapi banyak kebingungan dalam mencari jati diri,
arah hidup dan cara menjalaninya. Tawaran-tawaran dunia yang menggiurkan
kadang membuat kepekaan hati nurani kita menjadi tumpul sehingga kita
tak mengerti mana diri kita yang otentik dan mana yang palsu. Singkat
cerita, hidup yang kita jalani sendiri tidak sungguh-sungguh jelas
apakah punya nilai dan bermakna atau kosong dan hampa. Hal ini membuat
kita merasa kesepian, seolah tak seorang pun mengerti apa yang kita
rasakan dan impikan. Dalam situasi hidup yang demikian, kita butuh figur
yang selalu setia mendengarkan, menemani, mendampingi dan mengarahkan
jalan dan pilihan hidup kita.
Rasa pesimis, takut dan sejenisnya adalah rasa kesepian. Rasa kesepian
sangat mungkin berkaitan erat dengan dangkalnya iman kita.
Kita kesepian karena merasa sejarah hidup kita ini kita sendiri yang
tanggung. Kita lupa bahwa Yesus yang kita percaya sebagai Tuhan adalah
Imanuel. Artinya, Dia Tuhan yang selalu menyertai dan memani kita.
Bahkan ia mengutus Roh Kudus untuk menolong kita. Namun, kita seringkali
sulit membayangkan Tuhan selalu menemani kita. Kita dibanjiri oleh
informasi yang membuat kita sulit percaya bahkan kepada orang terdekat
kita sekalipun. Oleh karena itu, secara sangat spesial, Tuhan Yesus
meminta Bunda Maria untuk menemani perjalanan iman kita. Kita menjadi
anak (rohani) Bunda Maria, dan ia menjadi Ibu rohani kita.
Teman Muda terkasih. Sejak Bunda Maria menjawab "ya" kepada malaikat
Gabriel atas tawaran menjadi ibu Tuhan, relasi Tuhan Yesus dan Bunda
Maria tak pernah terpisah oleh apa pun. Dalam Injil Yohanes 19:23-30,
kita membaca, "Dan dekat salib Yesus berdiri ibu-Nya dan saudara
ibu-Nya, Maria, isteri Klopas dan Maria Magdalena." Kalimat ini
menunjukkan betapa setianya Bunda Maria kepada Yesus. Dalam situasi
Yesus yang penuh derita, buruk rupa, hina dina, Bunda Maria tetap
menemani puteranya wafat di salib. Hal ini meyakinkan kita bahwa tidak
ada ruginya belajar menjadi murid Yesus melalui Bunda Maria. Bunda Maria
akan selalu setia menjadi ibu sekaligus sahabat apapun keadaan kita.
Bunda Maria yang setia kepada Yesus ini pastilah patuh dan taat atas
permintaan Yesus. Jadi, Bunda Maria pasti bersedia memenuhi wasiat Yesus
agar Bunda Maria menjadi ibu kita, dan kita menjadi putra-putrinya.
Seperti dikatakan, "Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang
dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: "Ibu, inilah,
anakmu!" Kemudian kata-Nya kepada murid-Nya: "Inilah ibumu!" Dan sejak
saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya. Teks Injil Yohanes
ini sengaja tidak menyebut nama yang dikasihi itu (meskipun dalam
tradisi Gereja, murid yang dikasihi itu adalah Yohanes), supaya setiap
kita yang percaya kepada Tuhan Yesus dapat menggantikan keterangan
"murid yang dikasihi itu" dengan "nama kita sendiri".
Kita mesti berbangga atas sabda wasiat Tuhan Yesus itu. Dari situ, kita
menjadi tahu bahwa Bunda Maria bukanlah influencer iman yang hanya kita
akui secara sepihak atau hanya khayalan orang muda yang merindukan sosok
ibu ideal dan sejenisnya. Sebab, sungguh Yesus sendiri yang memberikan
Bunda Maria menjadi ibu kita. Kita pun diserahkan ke dalam asuhan cinta
Bunda Maria. Dan orang muda dapat mengakses relasi indah itu secara
unlimited, kapan pun, dimana pun dan situasi hidup apa pun. Bunda Maria
selalu ada dan siap, seperti dia sendiri ada dan siap dalam mengikuti
Yesus puteranya.
Teman muda terkasih. Bukankah kita semua merindukan sosok sahabat yang
mau menerima, mendengarkan, dan menemani perjalanan hidup kita apa
adanya? Sosok yang tidak sekadar hadir, tetapi sungguh berjalan bersama
kita. Bunda Maria adalah sahabat yang sangat tepat untuk posisi itu. Ia
tidak menghakimi kita atau menyalahkan perbuatan kita ini dan itu.
Namun, sekalipun demikian, Bunda Maria bukanlah sahabat yang sekadar
manut pada keinginan kita. Ia juga tidak memanjakan kita. Berbeda dengan
kita yang sering kali bersahabat dengan orang yang mendukung keinginan
kita, Bunda Maria justru mendidik kita dengan keibuannya yang penuh
cinta. Ia menemani kita bukan untuk membenarkan segala hal, tetapi untuk
menuntun kita menuju kebaikan yang sejati.
Teman Muda terkasih, marilah kita sungguh-sungguh menjadikan Bunda Maria
sebagai "Sang Sahabat Perjalanan Iman" kita dengan senantiasa hadir
secara pribadi kepada Bunda Maria melalui devosi-devosinya, setia pada
iman dan melakukan kasih Allah seperti Bunda Maria dan Yesus. Semoga
pertemuan pertama ini dapat menghantar kita untuk semakin mendekatkan
diri dan mengakui Tuhan Yesus dalam kehidupan sehari-hari, melalui
perjalanan dan kebersamaan dengan Bunda Maria, yang setia mendampingi,
menemani dan menuntun perjalanan iman kita anak-anaknya.
DOA SPONTAN
(Berdasarkan peneguhan di atas, dan dari keperluan kehidupan Teman Muda,
dipersilakan menyampaikan doa-doa spontannya.)
DOA PENYERAHAN KEPADA BUNDA MARIA (PUJI SYUKUR NO. 216)
(Didoakan secara bersama-sama)
Santa Maria, Bunda Allah, kami bersyukur karena Allah telah membebaskan
engkau dari noda dosa sejak engkau dikandung; Ia berkenan memperhatikan
kerendahanmu, dan mengangkat Engkau menjadi ibu Sang Juru Selamat. Kami
bersyukur pula karena engkau telah menjadi teladan orang beriman. Dalam
menanggapi panggilan Allah, Engkau menyerahkan diri segenap hati dengan
berkata, "Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataanmu."
Ya Bunda, kami, para putramu, sangat mencintai engkau dan ingin
mengikuti teladanmu. Mohonkanlah kami rahmat Allah, agar kami selalu
berusaha melakukan kehendak Allah.
Bunda yang penuh kasih sayang, kami serahkan kepadamu segenap keluarga
kami. Sudilah engkau selalu melindungi kami sekeluarga. Semoga kami
semua menjadi anak-anak yang patut kepadaMu dan saling mengasihi dengan
tulus hati.
Kami serahkan kepadamu segenap warga masyarakat kami bersama para
pemimpinnya. Sudilah engkau melindungi mereka dalam setiap usaha
membangun bangsa dan negara.
Ya Ratu Pencinta Damai, batulah agar segala bangsa bersatu padu, hidup
rukun dan damai. Bukalah jalan iman bagi mereka yang belum mengenal
putramu, Yesus.
Doakanlah mereka yang dianiaya karena iman dan kebenaran. Semoga mereka
tabah, dan tetap setia kepada Yesus, putramu.
Ya Bunda Maria, penolong yang sejati, hantarkanlah semua permohonan kami
ini ke hadapan putramu, Sang Maharaja Kerajaan Damai, tempat setiap doa
permohonan dikabulkan, setiap beban hati diringankan, dan segala
kelemahan dikuatkan. Dialah Tuhan kami kini dan sepanjang masa.
(Amin.)
Doa Bapa Kami 1x
DOA PENUTUP
(Didoakan bersama - sama atau memilih salah satu petugas doa dari
Teman Muda)
P : Marilah kita berdoa (hening sejenak)
P+U : Allah Bapa yang penuh kasih, kami mengucapkan syukur atas
penyertaan-Mu sepanjang pertemuan pertama ini. Terima kasih atas berkat
dan rahmat yang Engkau berikan kepada kami melalui permenungan iman
bersama Bunda Maria, sahabat perjalanan iman kami. Ya Bunda Maria,
teruslah berjalan bersama kami dalam kehidupan sehari-hari. Agar, kami
dapat menghadapi segala tantangan yang dapat meragukan dan bahkan
meninggalkan iman akan putraMu, Tuhan kami Yesus Kristus. Semoga apa
yang kami terima hari ini dapat menjadi berkat bagi orang lain, terutama
dalam komunitas OMK. Doa ini kami persembahkan kepadaMu, dengan
pengantaraan Kristus, Tuhan kami, kini dan sepanjang masa.
Amin.
BERKAT PENUTUP
P : Semoga Tuhan beserta kita
U : Sekarang dan selama-lamanya
P : Semoga kita semua diberkati Tuhan yang Mahakuasa
U : Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus, Amin.
P : Teman-teman terkasih, pendalaman iman Bulan Maria pertemuan
pertama sudah selesai
U : Syukur kepada Allah
BUNDA SELALU MENOLONG
Pada wajah-Mu yang suci
Mata-Mu nampak bening, sejuk, lembut
Kau pandang abdi putra-Mu berdoa
Oh, Bunda, selalu menolong
Engkau pangku anak-Mu
Yesus, putra Allah sumber suka duka hati-Mu
Hanya Engkau sendirilah yang tahu
Pahit dan manisnya hidup-Mu
Bukanlah kepada-Mu, oh, Bunda
Pandangan putra-Mu, Yesus tertuju
Salib dan tombak bengis dilihat-Nya
Oh, Bunda, selalu menolong
Tangan Bunda dipegang, didekap-Nya erat
Gambaran gelisah manusia
Bagaikan terbayang sengsara.
Maut siksaan dosa manusia
Oh, Bunda, selalu menolong

