BULAN MARIA TAHUN 2026

UNTUK OMK

Keuskupan Surabaya Tahun 2026

Logo APP 2026

PERTEMUAN 1
 


HARI INI KURASA BAHAGIA

Hari ini kurasa bahagia
Berkumpul bersama saudara seiman
Tuhan Yesus t'lah satukan kita
Tanpa memandang di antara kita

Bergandengan tangan
Dalam kasih dalam satu hati
Berjalan dalam terang kasih Tuhan

Kau sahabatku kau saudaraku
Tiada yang dapat memisahkan kita
Kau sahabatku kau saudaraku
Tiada yang dapat memisahkan kita

 

TANDA SALIB
P + U: Dalam Nama Bapa, dan Putera dan Roh Kudus. Amin.
P: Semoga beserta kita.
U: Sekarang dan selama-lamanya.

 


PENGANTAR

Hallo Teman Muda. Semoga selalu sehat dan bersukacita. Selamat datang dalam pendalaman iman bulan Mei 2026. Gereja Katolik mempersembahkan bulan Mei untuk menyegarkan iman kepada Kristus melalui Bunda Maria. Harapannya, setiap umat Katolik, terutama Orang Muda, mengalami pertumbuhan iman berkat pertolongan Bunda Maria.

Teman Muda terkasih, dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mengalami pasang surut iman. Kita kadang merasakan semangat, tetapi juga kadang merasa lelah untuk setia pada Tuhan.

Kita pun juga merasa semakin jauh dari Tuhan. Dalam situasi seperti itu, kita diundang untuk merasakan kehadiran Bunda Maria sebagai seorang Ibu yang sangat bersahabat. Melalui pertemuan ini dengan tema "Maria Sahabat Perjalanan Imanku", kita akan melihat Bunda Maria sebagai pribadi yang selalu rindu untuk dekat dengan hidup kita. Bunda Maria sebagai sahabat yang menguatkan kita dalam situasi dan kondisi apa pun. Marilah kita hening sejenak untuk menyiapkan hati dengan berdoa
 


DOA PEMBUKA
(Didoakan bersama - sama atau memilih salah satu petugas doa dari Teman Muda)

P : Marilah kita berdoa (hening sejenak)

P+U : Allah Bapa di Surga, pada hari ini kami mengucapkan syukur dengan sepenuh hati atas penyertaan-Mu dalam hidup kami. Pada kesempatan ini, kami berkumpul sebagai persekutuan murid-muridMu untuk merenungkan iman kami bersama Bunda Maria, yang Engkau pilih sebagai teladan kesetiaan dan ketaatan. Kami mohon bimbinglah kami dengan Roh Kudus Mu, agar kami dapat memahami dan menghayati tema pertemuan ini, "Maria Sahabat Perjalanan Imanku." Dengan penuh pengharapan, semoga kami sanggup berkata seperti Bunda Maria, "Terjadilah padaku menurut kehendakMu." Doa ini kami persembahkan padaMu, bersama Bunda Maria, dan dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa. Amin.

 


BACAAN KITAB SUCI
YOHANES 19:23 - 30

Sesudah prajurit-prajurit itu menyalibkan Yesus, mereka mengambil pakaian-Nya lalu membaginya menjadi empat bagian untuk tiap-tiap prajurit satu bagian - dan jubah-Nya juga mereka ambil. Jubah itu tidak berjahit, dari atas ke bawah hanya satu tenunan saja. Karena itu mereka berkata seorang kepada yang lain: "Janganlah kita membaginya menjadi beberapa potong, tetapi baiklah kita membuang undi untuk menentukan siapa yang mendapatnya." Demikianlah hendaknya supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci: "Mereka membagi-bagi pakaian-Ku di antara mereka dan mereka membuang undi atas jubah-Ku." Hal itu telah dilakukan prajurit prajurit itu. Dan dekat salib Yesus berdiri ibu-Nya dan saudara ibu Nya, Maria, isteri Klopas dan Maria Magdalena. Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: "Ibu, inilah, anakmu!" Kemudian kata-Nya kepada murid-Nya: "Inilah ibumu!" Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya. Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah Ia - supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci -: "Aku haus!" Di situ ada suatu bekas penuh anggur asam. Maka mereka mencucukkan bunga karang, yang telah dicelupkan dalam anggur asam, pada sebatang hisop lalu mengunjukkannya ke mulut Yesus. Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.

 


SHARING PENDALAMAN

1. Dari bacaan Injil di atas, kalimat atau ayat mana yang paling berkesan bagi Teman Muda?
2. Menurut teks Injil di atas, dikatakan "Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: "Ibu, inilah, anakmu!" Kemudian kata-Nya kepada murid-Nya: "Inilah ibumu!" Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya. Apakah arti kalimat tersebut?
3. Apakah Teman Muda mengalami pengalaman di mana Bunda Maria sungguh dirasakan kehadirannya sebagai ibu dalam perjuangan hidup Teman Muda? Ceritakanlah dengan singkat.

 


PENEGUHAN

Teman Muda terkasih, kita patut mengucapkan syukur kepada Allah Bapa di surga karena telah mengumpulkan kita dalam pertemuan pendalaman iman pertama Bulan Maria ini. Dalam komunitas ini, kita datang dengan membawa cerita dari pergulatan hidup dan pengalaman iman kita yang beragam dan kaya. Ada yang penuh semangat, ada pula yang lesu dan lelah. Ada yang merasa akur dengan Tuhan tetapi ada pula yang merasa jauh dari-Nya.

Itu dari sisi pasang surut iman, tentang relasi kita dengan Tuhan. Bagaimana dengan perkembangan diri kita sebagai pribadi? Sebagai orang muda, kita sering menghadapi banyak kebingungan dalam mencari jati diri, arah hidup dan cara menjalaninya. Tawaran-tawaran dunia yang menggiurkan kadang membuat kepekaan hati nurani kita menjadi tumpul sehingga kita tak mengerti mana diri kita yang otentik dan mana yang palsu. Singkat cerita, hidup yang kita jalani sendiri tidak sungguh-sungguh jelas apakah punya nilai dan bermakna atau kosong dan hampa. Hal ini membuat kita merasa kesepian, seolah tak seorang pun mengerti apa yang kita rasakan dan impikan. Dalam situasi hidup yang demikian, kita butuh figur yang selalu setia mendengarkan, menemani, mendampingi dan mengarahkan jalan dan pilihan hidup kita.

Rasa pesimis, takut dan sejenisnya adalah rasa kesepian. Rasa kesepian sangat mungkin berkaitan erat dengan dangkalnya iman kita.

Kita kesepian karena merasa sejarah hidup kita ini kita sendiri yang tanggung. Kita lupa bahwa Yesus yang kita percaya sebagai Tuhan adalah Imanuel. Artinya, Dia Tuhan yang selalu menyertai dan memani kita. Bahkan ia mengutus Roh Kudus untuk menolong kita. Namun, kita seringkali sulit membayangkan Tuhan selalu menemani kita. Kita dibanjiri oleh informasi yang membuat kita sulit percaya bahkan kepada orang terdekat kita sekalipun. Oleh karena itu, secara sangat spesial, Tuhan Yesus meminta Bunda Maria untuk menemani perjalanan iman kita. Kita menjadi anak (rohani) Bunda Maria, dan ia menjadi Ibu rohani kita.

Teman Muda terkasih. Sejak Bunda Maria menjawab "ya" kepada malaikat Gabriel atas tawaran menjadi ibu Tuhan, relasi Tuhan Yesus dan Bunda Maria tak pernah terpisah oleh apa pun. Dalam Injil Yohanes 19:23-30, kita membaca, "Dan dekat salib Yesus berdiri ibu-Nya dan saudara ibu-Nya, Maria, isteri Klopas dan Maria Magdalena." Kalimat ini menunjukkan betapa setianya Bunda Maria kepada Yesus. Dalam situasi Yesus yang penuh derita, buruk rupa, hina dina, Bunda Maria tetap menemani puteranya wafat di salib. Hal ini meyakinkan kita bahwa tidak ada ruginya belajar menjadi murid Yesus melalui Bunda Maria. Bunda Maria akan selalu setia menjadi ibu sekaligus sahabat apapun keadaan kita.

Bunda Maria yang setia kepada Yesus ini pastilah patuh dan taat atas permintaan Yesus. Jadi, Bunda Maria pasti bersedia memenuhi wasiat Yesus agar Bunda Maria menjadi ibu kita, dan kita menjadi putra-putrinya. Seperti dikatakan, "Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: "Ibu, inilah, anakmu!" Kemudian kata-Nya kepada murid-Nya: "Inilah ibumu!" Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya. Teks Injil Yohanes ini sengaja tidak menyebut nama yang dikasihi itu (meskipun dalam tradisi Gereja, murid yang dikasihi itu adalah Yohanes), supaya setiap kita yang percaya kepada Tuhan Yesus dapat menggantikan keterangan "murid yang dikasihi itu" dengan "nama kita sendiri".

Kita mesti berbangga atas sabda wasiat Tuhan Yesus itu. Dari situ, kita menjadi tahu bahwa Bunda Maria bukanlah influencer iman yang hanya kita akui secara sepihak atau hanya khayalan orang muda yang merindukan sosok ibu ideal dan sejenisnya. Sebab, sungguh Yesus sendiri yang memberikan Bunda Maria menjadi ibu kita. Kita pun diserahkan ke dalam asuhan cinta Bunda Maria. Dan orang muda dapat mengakses relasi indah itu secara unlimited, kapan pun, dimana pun dan situasi hidup apa pun. Bunda Maria selalu ada dan siap, seperti dia sendiri ada dan siap dalam mengikuti Yesus puteranya.

Teman muda terkasih. Bukankah kita semua merindukan sosok sahabat yang mau menerima, mendengarkan, dan menemani perjalanan hidup kita apa adanya? Sosok yang tidak sekadar hadir, tetapi sungguh berjalan bersama kita. Bunda Maria adalah sahabat yang sangat tepat untuk posisi itu. Ia tidak menghakimi kita atau menyalahkan perbuatan kita ini dan itu. Namun, sekalipun demikian, Bunda Maria bukanlah sahabat yang sekadar manut pada keinginan kita. Ia juga tidak memanjakan kita. Berbeda dengan kita yang sering kali bersahabat dengan orang yang mendukung keinginan kita, Bunda Maria justru mendidik kita dengan keibuannya yang penuh cinta. Ia menemani kita bukan untuk membenarkan segala hal, tetapi untuk menuntun kita menuju kebaikan yang sejati.

Teman Muda terkasih, marilah kita sungguh-sungguh menjadikan Bunda Maria sebagai "Sang Sahabat Perjalanan Iman" kita dengan senantiasa hadir secara pribadi kepada Bunda Maria melalui devosi-devosinya, setia pada iman dan melakukan kasih Allah seperti Bunda Maria dan Yesus. Semoga pertemuan pertama ini dapat menghantar kita untuk semakin mendekatkan diri dan mengakui Tuhan Yesus dalam kehidupan sehari-hari, melalui perjalanan dan kebersamaan dengan Bunda Maria, yang setia mendampingi, menemani dan menuntun perjalanan iman kita anak-anaknya.

 


DOA SPONTAN

(Berdasarkan peneguhan di atas, dan dari keperluan kehidupan Teman Muda, dipersilakan menyampaikan doa-doa spontannya.)

 


DOA PENYERAHAN KEPADA BUNDA MARIA (PUJI SYUKUR NO. 216)

(Didoakan secara bersama-sama)

Santa Maria, Bunda Allah, kami bersyukur karena Allah telah membebaskan engkau dari noda dosa sejak engkau dikandung; Ia berkenan memperhatikan kerendahanmu, dan mengangkat Engkau menjadi ibu Sang Juru Selamat. Kami bersyukur pula karena engkau telah menjadi teladan orang beriman. Dalam menanggapi panggilan Allah, Engkau menyerahkan diri segenap hati dengan berkata, "Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataanmu."

Ya Bunda, kami, para putramu, sangat mencintai engkau dan ingin mengikuti teladanmu. Mohonkanlah kami rahmat Allah, agar kami selalu berusaha melakukan kehendak Allah.

Bunda yang penuh kasih sayang, kami serahkan kepadamu segenap keluarga kami. Sudilah engkau selalu melindungi kami sekeluarga. Semoga kami semua menjadi anak-anak yang patut kepadaMu dan saling mengasihi dengan tulus hati.

Kami serahkan kepadamu segenap warga masyarakat kami bersama para pemimpinnya. Sudilah engkau melindungi mereka dalam setiap usaha membangun bangsa dan negara.

Ya Ratu Pencinta Damai, batulah agar segala bangsa bersatu padu, hidup rukun dan damai. Bukalah jalan iman bagi mereka yang belum mengenal putramu, Yesus.

Doakanlah mereka yang dianiaya karena iman dan kebenaran. Semoga mereka tabah, dan tetap setia kepada Yesus, putramu.

Ya Bunda Maria, penolong yang sejati, hantarkanlah semua permohonan kami ini ke hadapan putramu, Sang Maharaja Kerajaan Damai, tempat setiap doa permohonan dikabulkan, setiap beban hati diringankan, dan segala kelemahan dikuatkan. Dialah Tuhan kami kini dan sepanjang masa.
(Amin.)

Doa Bapa Kami 1x

 


DOA PENUTUP
(Didoakan bersama - sama atau memilih salah satu petugas doa dari Teman Muda)

P : Marilah kita berdoa (hening sejenak)

P+U : Allah Bapa yang penuh kasih, kami mengucapkan syukur atas penyertaan-Mu sepanjang pertemuan pertama ini. Terima kasih atas berkat dan rahmat yang Engkau berikan kepada kami melalui permenungan iman bersama Bunda Maria, sahabat perjalanan iman kami. Ya Bunda Maria, teruslah berjalan bersama kami dalam kehidupan sehari-hari. Agar, kami dapat menghadapi segala tantangan yang dapat meragukan dan bahkan meninggalkan iman akan putraMu, Tuhan kami Yesus Kristus. Semoga apa yang kami terima hari ini dapat menjadi berkat bagi orang lain, terutama dalam komunitas OMK. Doa ini kami persembahkan kepadaMu, dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami, kini dan sepanjang masa.
Amin.

 


BERKAT PENUTUP
P :
Semoga Tuhan beserta kita
U : Sekarang dan selama-lamanya
P : Semoga kita semua diberkati Tuhan yang Mahakuasa
U : Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus, Amin.
P : Teman-teman terkasih, pendalaman iman Bulan Maria pertemuan pertama sudah selesai
U : Syukur kepada Allah

 


BUNDA SELALU MENOLONG

Pada wajah-Mu yang suci
Mata-Mu nampak bening, sejuk, lembut
Kau pandang abdi putra-Mu berdoa
Oh, Bunda, selalu menolong

Engkau pangku anak-Mu
Yesus, putra Allah sumber suka duka hati-Mu
Hanya Engkau sendirilah yang tahu
Pahit dan manisnya hidup-Mu

Bukanlah kepada-Mu, oh, Bunda
Pandangan putra-Mu, Yesus tertuju
Salib dan tombak bengis dilihat-Nya
Oh, Bunda, selalu menolong
Tangan Bunda dipegang, didekap-Nya erat
Gambaran gelisah manusia
Bagaikan terbayang sengsara.
Maut siksaan dosa manusia
Oh, Bunda, selalu menolong

 


 



Bahan Pendalaman Iman 
Bulan Maria Tahun 2026
Untuk OMK
Komisi OMK Keuskupan Surabaya

Versi Digital oleh 


UKWMS Kampus Kota Madiun