PERTEMUAN III
BERPEGANG PADA AJARAN YANG BENAR
(2 Tim. 3:10-17)
Tujuan:
1. Umat selalu berpegang teguh pada iman dan pengajaran yang benar, yang
berakar pada Kitab Suci.
2. Umat tidak terpengaruh oleh berbagai pengajaran yang beredar yang
berdampak buruk, yang bisa membuat iman menjadi goyah dan ragu.
3. Umat menyadari pentingnya tekun membaca Kitab Suci dan mengajak serta
memotivasi anak-anak untuk terbiasa membaca Kitab Suci sejak usia dini.
Gagasan Pokok:
● Timotius yang masih muda harus memimpin jemaat dalam situasi yang penuh
tantangan.
● Untuk memastikan pewartaan Kabar Gembira terus berjalan, Paulus menasihati
Timotius untuk berpegang pada Kitab Suci.
● Seluruh Kitab Suci diilhamkan Allah dan bermanfaat untuk mengajar, untuk
menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik umat
dalam kebenaran.
Waktu : 60 menit
Metode : Pendalaman Kitab Suci 7 Langkah
PROSES PENDALAMAN
LAGU PEMBUKA
TANDA SALIB DAN SALAM
P. Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus
U. Amin.
P. Semoga Tuhan beserta kita.
U. Sekarang dan selama-lamanya.
PENGANTAR
Bapak-Ibu dan Saudara-Saudari yang dikasihi Tuhan, kita berjumpa kembali
dalam rangkaian pendalaman BKSN tahun 2026. Pada kesempatan ini kita
memasuki pertemuan yang ke 3 dengan tema "Berpegang pada Ajaran yang Benar".
Teks yang akan kita renungkan adalah 2 Tim 3:10-17. Kita akan belajar untuk
memahami dan menyadari bahwa setiap umat beriman yang mau hidup benar di
dalam Yesus Kristus bisa dihadapkan pada situasi yang sulit. Kita diingatkan
betapa pentingnya peranan Kitab Suci untuk melawan ajaran yang membingungkan
yang selalu dihadapi oleh umat sejak zaman para rasul sampai sekarang ini.
1. Mengundang Kehadiran Tuhan
Marilah kita berdoa,
Allah Bapa Yang Maha Baik, kami bersyukur kepada-Mu atas pemeliharaan-Mu
bagi kami sampai saat ini. Kami juga bersyukur kepada-Mu atas anugerah-Mu
karena Engkau menyatakan kehendak dan perintah-Mu kepada kami melalui
Firman-Mu dan melalui pengajaran serta kesaksian para rasul yang setia.
Curahkanlah Roh Kudus-Mu untuk menerangi hati anak-anak-Mu agar dapat
memahami maksud yang Engkau sampaikan melalui firman yang akan kami
renungkan saat ini dan kami dapat melakukan serta mewujudkannya dalam
kehidupan kami sehari-hari. Demi Yesus Kristus, Tuhan dan Pengantara kami.
Amin.
2. Membaca Teks Kitab Suci
Pembacaan 2 Tim. 3:10-17
10 Engkau telah mengikuti ajaranku, cara hidupku, tujuanku,
imanku, kesabaranku, kasihku dan ketekunanku. 11 Engkau telah
ikut menderita penganiayaan dan sengsara seperti yang telah kuderita di
Antiokhia, di Ikonium, dan di Listra. Semua penganiayaan itu kuderita dan
Tuhan telah melepaskan aku dari semuanya itu.
12 Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus
Yesus akan menderita aniaya, 13 sedangkan orang jahat dan penipu
akan bertambah jahat, mereka menyesatkan dan disesatkan.
14 Namun, hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang
telah engkau terima dan yakini, dengan selalu mengingat orang yang telah
mengajarkannya kepadamu. 15 Ingatlah juga bahwa sejak kecil
engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan
menuntun engkau kepada keselamatan melalui iman kepada Kristus Yesus.
16 Seluruh Kitab Suci diilhamkan Allah dan bermanfaat untuk
mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan, dan untuk
mendidik orang dalam kebenaran. 17 Dengan demikian tiap-tiap
manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.
3. Merenungkan Teks Kitab Suci
Surat 2 Timotius sering disebut "surat wasiat rohani" karena berisi
pesan-pesan terakhir Paulus kepada rekan sekerjanya, Timotius. Latar
belakang surat ini adalah Paulus sedang dipenjarakan di Roma untuk kedua
kalinya. Kondisi penjara jauh lebihberat dibandingkan dengan penahanan rumah
(Kis. 28). Paulus sadar akan kematiannya yang sudah dekat.
Di sisi lain, Paulus mendengar bahwa Timotius sedang menghadapi tantangan
pelayanan yang berat. Ada pengajar-pengajar sesat. Jemaat bingung. Terjadi
kemerosotan moral dalam jemaat (cinta diri, cinta uang, sombong, tidak
taat). Timotius sendiri nampaknya mulai gentar: masih muda, pemalu, mudah
takut, memerlukan dukungan.
Dalam situasi genting ini, Paulus ingin memastikan kesinambungan pewartaan
Kabar Gembira. Dia berharap Injil terus diberitakan lintas generasi.
Sehingga, tujuan utama suratnya adalah menguatkan Timotius agar tetap setia,
mendorongnya tidak malu terhadap Injil, menjaga ajaran yang benar, melawan
ajaran yang sesat, menekankan pentingnya Kitab Suci, mempersiapkan generasi
penerus pelayanan.
Dalam bab 3 yang kita baca, Paulus menkontraskan dua jalan hidup: jalan
pengajar-pengajar palsu (3:1-9) dan jalan seorang pelayan Kristus yang setia
(3:10-17). Paulus berharap Timotius menjadi pelayan Kristus yang setia itu.
*******
Paulus berkata kepada Timotius: "Engkau telah mengikuti ajaranku ....."
(3:10-11). Dengan ini tampak bahwa Paulus telah menjadi teladan bagi
Timotius. Memang selama ini Timotius sudah mengikuti ajaran Paulus, tetapi
dia juga sudah meneladani seluruh hidupnya. Timotius mengikuti cara hidup,
tujuan hidup, iman, kesabaran, kasih dan ketekunan Paulus. Sebagai seorang
pemimpin, kesatuan antara ajaran dan kehidupan ini sangat mendasar.
Paulus menunjukkan kenyataan umum kepada Timotius (ay. 12): setiap orang
yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya.
Artinya, kalau sekarang Timotius menderita, itu tidak terjadi secara
kebetulan, melainkan merupakan konsekuensi dari pilihan untuk hidup saleh
dalam Kristus.
Saat terjadi banyak kesesatan (ay. 13) yang disebarkan para pengajar palsu,
apa yang harus dilakukan Timotius? Paulus menegaskan bahwa Timotius harus
bertekun dalam warisan iman (ay. 14-15). Paulus tidak menyuruhnya untuk
mencari strategi-strategi baru, atau ajaran tandingan yang lebih menarik,
tetapi malah mengajaknya tetap berpegang pada ajaran yang telah diterimanya
dan pada Kitab Suci yang telah dikenalnya sejak kecil sebagai sumber hikmat
menuju keselamatan dalam Kristus.
Paulus menyuruh Timotius untuk ingat kembali kepada orang-orang yang telah
mengajarkan semua yang telah diterimanya. Mereka adalah orang-orang yang
setia, orang-orang yang rela berkorban. Ini kontras dengan gaya hidup para
pengajar sesat. Sekali lagi, integritas para pengajar menjadi salah satu
kunci untuk berpegang pada ajaran yang benar.
Mengapa perlu berpegang pada KS di tengah maraknya ajaran sesat? Karena KS
diilhamkan oleh Allah (ay. 16-17). KS memiliki otoritas tertinggi untuk
membentuk kehidupan umat beriman. KS mengajarkan iman yang benar (melawan
ajaran sesat), menunjukkan kesalahan (berkaitan dengan ajaran dan perilaku),
memperbaiki kesalahan (mengembalikan pelaku ke jalan yang benar), mendidik
dalam kebenaran (terus-menerus dan bukan perubahan sesaat). Tujuan akhirnya:
tidak membuat orang menjadi ahli KS, tetapi mengubah orang menjadi "manusia
kepunyaan Allah."
Berikut beberapa contoh:
● "Tetap berpegang teguh pada kebenaran"
● "Hidup beribadah dalam Kristus Yesus"
● "Keselamatan melalui iman kepada Kristus Yesus"
● "Manusia kepunyaan Allah"
4. Mendengarkan Tuhan Berbicara
● Apakah aku punya tugas memberikan pengajaran dalam keluarga, komunitas,
dan Gereja yang lebih luas?
● Apakah ketika aku membaca Kitab Suci setiap hari, imanku semakin bertumbuh
dan hidup dalam kebenaran?
● Apakah aku tahu adanya berbagai pengajaran yang dapat menggoyahkan imanku?
5. Sharing Iman atas Teks Kitab Suci
Berikut contoh sharing.
● "Kata ini menggugah saya secara pribadi karena ....."
● "Kalimat ini menginspirasi saya secara pribadi karena ....."
● "Ayat ini menegur saya secara pribadi karena ....."
6. Pesan dan Penegasan
Teller bank berurusan langsung dengan setoran, penarikan dan transfer dana.
Mengingat adanya kasus-kasus uang palsu, dia harus memastikan bahwa uang
dari nasabah adalah uang asli. Menariknya dalam sekejap ia bisa mendeteksi
uang palsu. Bagaimana dia bisa melakukannya? Tidak lain, itu karena dia
memang terbiasa dengan lembaran-lembaran yang asli.
Dalam kehidupan umat beriman, kita dihadapkan pada aneka pemikiran, ajaran,
pandangan dan pendapat. Kita bisa menjadi bingung membedakan ajaran yang
benar dan yang tidak benar. Seperti teller bank cermat karena terbiasa
lembaran yang benar, kita perlu membiasakan diri dengan ajaran-ajaran yang
benar untuk hidup kita sebagai seorang murid Kristus.
Kita bersedih saat ada umat yang meninggalkan iman Katolik. Dia merasa apa
yang di imaninya salah, padahal dia belum benar-benar mengerti imannya. Dia
terombang-ambing oleh berbagai pengajaran yang tersebar luas baik secara
langsung maupun lewat media elektronik. Ibarat kata, akarnya masih rapuh
sehingga mudah sekali tercabut. Keadaan ini mendorong kita untuk terlebih
dahulu memperkuat akar iman kita. Kita ingat kata-kata Yesus untuk Petrus,
dan tentu saja untuk kita juga, "Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf,
kuatkanlah saudara-saudaramu" (Luk 22:32b).
Paulus secara khusus mengingatkan Timotius tentang Kitab Suci yang sudah
dipelajarinya sejak kecil. Ditengah situasi yang sulit dan membingungkan,
sebagai pemimpin muda, Timotius menjadikan Kitab Suci sebagai pedoman
hidupnya. Itulah pedoman tertingginya, karena memang apa yang dituliskan di
Kitab Suci sungguh diilhamkan oleh Allah sendiri. Kitab Suci memuat banyak
hal yang bercerita tentang orang-orang biasa yang hidup, bekerja dan
berjalan sesuai dengan kehendak Allah. Melalui teladan itu kita
diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.
Bulan Kitab Suci Nasional ini menjadi saat yang tepat untuk melihat diri
kita sendiri. Cukup banyak umat yang tidak mau membaca Kitab Suci dengan
alasan Kitab Suci itu sulit dimengerti. Memang benar ada bagian-bagian
tertentu yang sulit. Namun sebagian besar yang lain sesungguhnya mudah
dimengerti. Selain itu, kita perlu ingat bahwa sejak semula Kitab Suci
ditujukan untuk umat biasa. Banyak orang hidupnya diubah dan diberkati oleh
firman Tuhan karena membaca Kitab Suci setiap hari.
7. Doa Syukur
Saudara sekalian, sekarang marilah kita ungkapkan rasa syukur kita lewat doa
spontan sebagai tanggapan atas sabda Tuhan yang telah kita renungkan bersama
..........
Kita satukan seluruh rasa syukur kita ini dengan doa yang diajarkan oleh
Kristus sendiri:
Bapa Kami ..........
8. Penutup
Marilah kita berdoa,
Allah Bapa Yang Maha Baik, kami bersyukur atas penyelenggaraan dan berkat Mu
dalam hidup kami. Kami juga bersyukur karena pengajaran, dan pengalam iman
yang kami alami dalam pertemuan ini. Kami mohon rahmatMu agar memampukan
kami untukmenjalani kehidupan sebagai orang percaya seturut kehendak dan
firmanMu.
Demi Yesus Kristus, Tuhan dan Pengantara kami. Amin.
BERKAT PENUTUP
P. Semoga Tuhan beserta kita.
U. Sekarang dan selama-lamanya.
P. Semoga Allah yang maha kuasa memberkati kita semua: Dalam nama Bapa, dan
Putra dan Roh Kudus.
U. Amin
LAGU PENUTUP