PERTEMUAN 2
BERAGAM NAMUN BERSATU
(Ef. 4:1-16)
Tujuan:
1. Umat tahu bahwa dalam jemaat Gereja awal terdapat perbedaan, tantangan
dan tekanan, namun semua dipanggil untuk tetap satu dan menghindari
perpecahan
2. Umat memahami bahwa karunia, latar belakang dan pelayanan yang berbeda
merupakan anugerah Allah untuk membangun Tubuh Kristus
3. Umat diingatkan bahwa kekuatan Gereja tidak terletak pada keseragaman
yang dipaksakan, melainkan pada persatuan dalam Kristus
4. Umat diajak berjalan bersama dalam kasih, kerendahan hati, dan damai
sejahtera agar semakin bertumbuh menuju kepenuhan hidup dalam Kristus.
Gagasan Pokok:
● Jemaat Kristen dipanggil untuk hidup dalam kesatuan meskipun memiliki
banyak perbedaan
● Kristus menjadi dasar dan pusat persatuan umat beriman sebagai satu tubuh
● Setiap anggota jemaat memiliki karunia dan peran yang berbeda untuk
membangun Gereja
● Kesatuan jemaat harus dipelihara dengan sikap rendah hati, sabar, kasih,
dan saling membantu
● Gereja yang bertumbuh adalah Gereja yang berjalan bersama dalam iman,
kasih dan kebenaran menuju kepenuhan kasih
Waktu : 60 menit
Metode : 7 langkah
PROSES PENDALAMAN
LAGU PEMBUKA
TANDA SALIB DAN SALAM
P. Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus
U. Amin.
P. Semoga Tuhan beserta kita.
U. Sekarang dan selama-lamanya.
PENGANTAR
Bapak-Ibu dan Saudara-Saudari terkasih dalam Kristus, kita berjumpa kembali
dalam pertemuan kedua BKSN 2026 ini, kita akan merenungkan tema "Beragam
Namun Bersatu" berdasarkan Efesus 4:1-16. Melalui surat ini, kita diajak
menyadari bahwa dalam kehidupan menggereja terdapat berbagai macam karunia,
pelayanan, karakter, dan latar belakang. Perbedaan itu bukan untuk
memecah-belah, melainkan untuk saling melengkapi demi membangun tubuh
Kristus.
Paulus tahu bahwa dalam jemaat Efesus bisa ada tantangan, tekanan, dan
perbedaan dalam hidup bersama. Ia menasihati mereka untuk terus menjaga
kesatuan dalam kasih sebagai satu tubuh di dalam Kristus. Demikian pula kita
sebagai Gereja pada zaman sekarang: dalam keluarga, lingkungan, wilayah,
maupun paroki, kita dipanggil untuk membangun persekutuan yang hidup dengan
mengedepankan kerendahan hati, kelemahlembutan, kesabaran, dan kasih.
1. Mengundang Kehadiran Tuhan
Marilah kita berdoa
Allah Bapa yang Mahabaik, kami bersyukur kepada-Mu atas kasih dan rahmat
yang Engkau anugerahkan kepada kami, terlebih atas persatuan yang Engkau
hadirkan melalui Gereja-Mu. Kami menyerahkan pertemuan ini ke dalam kehendak
dan rencana-Mu. Hadirlah di tengah kami dan bimbinglah kami dalam
merenungkan sabda-Mu. Demi Yesus Kristus, Tuhan dan Pengantara kami.
Amin.
2. Membaca Teks Kitab Suci
Pembacaan Ef. 4:1-16
1 Sebab itu, aku, seorang tahanan karena Tuhan, menasihatkan
kamu, supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan
dengan panggilan itu. 2 Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah
lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dengan saling membantu. 3
Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh dalam ikatan damai sejahtera: 4
Satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu
pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu, 5 satu Tuhan, satu
iman, satu baptisan, 6 satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang
di atas semua dan melalui semua dan di dalam semua.
7 Tetapi, kepada kita masing-masing telah diberikan anugerah
menurut ukuran pemberian Kristus. 8 Itulah sebabnya dikatakan,
"Tatkala Ia naik ke tempat tinggi,
Ia membawa tawanan-tawanan;
Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia."
9Bukankah "Ia telah naik" berarti bahwa Ia juga telah turun ke
bagian bumi yang paling bawah? 10 Ia yang telah turun, Ia juga
yang telah naik jauh lebih tinggi dari pada semua langit, untuk memenuhi
segala sesuatu.
11 Dialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik
pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan,
bagi pembangunan tubuh Kristus, 13 sampai kita semua telah
mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah,
kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan
Kristus, 14 sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang
diombang-ambingkan oleh berbagai angin pengajaran, oleh permainan palsu
manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan.
15 Sebaliknya, dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam
kasih, kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah
Kepala. 16 Dari Dialah seluruh tubuh, yang rapi tersusun dan
diikat menjadi satu oleh semua sendi yang menopangnya, menerima
pertumbuhannya sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota, dan
membangun dirinya dalam kasih.
3. Merenungkan Teks Kitab Suci
Rasul Paulus menulis surat kepada jemaat Efesus ketika ia sedang dipenjara
oleh pemerintah Romawi. Jika surat-surat Paulus yang lain biasanya untuk
menanggapi masalah atau krisis dalam jemaat, surat Efesus nampaknya tidak
berhadapan dengan situasi yang mendesak dalam jemaat. Surat ini lebih
"preventif" daripada "kuratif". Tujuan surat adalah untuk membangun jemaat
yang lebih kuat.
Secara garis besar, Efesus bab 1-3 menekankan apa yang dikerjakan Allah
dalam Kristus, sedangkan Efesus bab 4-6 menjelaskan bagaimana umat beriman
harus hidup. Dalam surat ini, Paulus memperdalam pemahaman jemaat tentang
keselamatan, menjelaskan identitas jemaat di dalam Kristus, mendorong hidup
yang sesuai dengan panggilan mereka.
Dalam teks yang baru kita baca, Paulus menekankan bahwa jemaat dipanggil
untuk menjaga kesatuan (4:1-3). Kesatuan jemaat bisa terjaga bila jemaat
rendah hati, lemah lembut, sabar, saling menanggung, dan memiliki kasih.
Selain itu, jemaat diingatkan akan dasar kesatuan (4:4-6). Paulus menyebut
tujuh pengakuan iman: satu tubuh, satu Roh, satu pengharapan, satu Tuhan,
satu iman, satu baptisan, satu Allah dan Bapa.
Biarpun demikian, kesatuan yang dimaksudkan Paulus bukanlah keseragaman.
Sebaliknya, dalam kesatuan, tetap ada keberagaman karunia (4:7-12). Kristus
memberikan karunia yang berbeda: rasul-rasul, nabi-nabi, pemberita-pemberita
Injil, gembala-gembala dan pengajar-pengajar. Pelayanan bukan monopoli
pemimpin. Karunia yang berbeda dimaksudkan untuk memperlengkapi jemaat,
membangun Gereja, dan memperluas pelayanan.
Apa tujuan akhir dari semua nasihat ini (4:13-16)? Paulus mengarahkan Gereja
menuju kesatuan iman, pengenalan akan Kristus, kedewasaan, lebih kuat
menghadapi ajaran sesat, bertumbuh di dalam kasih. Kristus adalah kepala;
seluruh tubuh bertumbuh ketika setiap anggota bekerja sesuai dengan
fungsinya.
Berikut beberapa contoh:
● "Hiduplah berpadanan dengan panggilan itu."
● "Rendah hati, lemah lembut, dan sabar."
● "Berusahalah memelihara kesatuan Roh dalam ikatan damai sejahtera."
● "Kita bertumbuh dalam segala hal ke arah Kristus."
4. Mendengarkan Tuhan Berbicara
● Apakah aku menyadari dan memakai karunia yang Tuhan berikan untuk melayani
dan membangun tubuh Kristus?
● Apakah kehadiranku di lingkungan, keluarga, dan pelayanan membawa damai
dan persatuan?
● Apakah mudah atau sulit untuk menjadi rendah hati, lemah lembut, dan sabar
dalam hidup bersama?
5. Sharing Iman atas Teks Kitab Suci
Berikut contoh sharing.
● "Kata ini menggugah saya secara pribadi karena ......"
● "Kalimat ini menginspirasi saya secara pribadi karena ......"
● "Ayat ini menegur saya secara pribadi karena ......"
6. Pesan dan Penegasan
Pada tahun 1986 terjadi peristiwa sedih: pesawat antariksa Challenger
meledak setelah terbang selama 73 detik. Penyebab utamanya adalah kegagalan
komponen kecil yang dikenal dengan Cincin-O. Komponen ini terbuat dari karet
yang menyegel sambungan antar segmen badan pesawat. Masalah ini sudah pernah
terjadi, tetapi disepelekan. Kisah ini membuka mata bahwa sekecil apa pun
unsur dalam bangunan apa pun, tetap berpengaruh besar pada keseluruhan.
Gereja ibarat tubuh yang hidup. Semua anggota tubuh penting. Ada kaitan
antar bagian. Gereja bukanlah lembaga yang dijalankan oleh segelintir orang,
melainkan tubuh yang hidup karena setiap anggotanya berfungsi. Memang ada
yang bertugas sebagai rasul, nabi, penginjil, dan gembala-pengajar - mereka
adalah pemimpin dan pengajar. Akan tetapi, jangan dilupakan bahwa yang lain
tetap sama pentingnya.
Dalam kehidupan menggereja, orang-orang tertentu, seperti imam dan biarawan
biarawati, menjadikan pengabdian kepada Tuhan sebagai panggilan. Sebagian
besar yang lain mengabdi Tuhan melalui panggilan hidup mereka. Ayah-ibu
mengabdi Tuhan melalui panggilan hidup sebagai orangtua yang baik. Seorang
dokter mengabdi Tuhan melalui panggilan hidup di bidang kesehatan. Anak muda
mengabdi Tuhan dengan menjadi pemuda yang baik. Kita semua dipanggil untuk
mengabdi Tuhan.
Dari situ bisa dikatakan, selain ditentukan oleh kualitas pemimpinnya,
pertumbuhan Gereja juga sangat dipengaruhi oleh kontribusi setiap anggota.
Gereja menjadi sehat ketika setiap orang menggunakan karunia yang telah
Tuhan berikan. Kita masing-masing memiliki peran di dalam tubuh Kristus ini.
Peran ini tidak tergantikan. Sebesar atau sekecil apa pun itu, pasti
berdampak pada jemaat.
7. Doa Syukur
Saudara sekalian, sekarang marilah kita ungkapkan rasa syukur kita lewat doa
spontan sebagai tanggapan atas sabda Tuhan yang telah kita renungkan bersama
............
Kita satukan seluruh rasa syukur kita ini dengan doa yang diajarkan oleh
Kristus sendiri:
Bapa Kami ............
8. Penutup
Marilah kita berdoa,
Tuhan Yesus Kristus, kami bersyukur atas sabda-Mu yang telah kami renungkan
bersama pada hari ini. Melalui Sabda-Mu, Engkau mengajarkan kami bahwa
walaupun beragam dalam karunia, tugas, dan pelayanan, kami dipanggil menjadi
satu Tubuh di dalam Kristus.
Teguhkanlah persekutuan umat-Mu agar kami mampu hidup dalam kasih,
kerendahan hati, kesabaran, dan damai sejahtera. Jauhkanlah kami dari
perpecahan, sikap mementingkan diri sendiri, dan perselisihan yang
melemahkan persatuan Gereja-Mu.
Bimbinglah kami agar dalam kehidupan keluarga, lingkungan, wilayah, dan
paroki, kami semakin mampu saling menerima, saling melayani, dan
bersama-sama membangun Gereja sebagai persekutuan umat Allah.
Sebab Engkaulah Tuhan dan Pengantara kami, kini dan sepanjang masa. Amin.
BERKAT PENUTUP
P. Semoga Tuhan beserta kita.
U. Sekarang dan selama-lamanya.
P. Semoga Allah yang maha kuasa memberkati kita semua: Dalam nama Bapa, dan
Putra dan Roh Kudus.
U. Amin
LAGU PENUTUP