BKSN 2026

PENDALAMAN IMAN BKSN
TAHUN 2026

Logo

PERTEMUAN I

SEHATI DALAM DOA
(Kis. 1:12-14)


 

Tujuan:
1. Peserta memahami bahwa doa merupakan senjata terkuat Gereja
2. Peserta semakin tergerak untuk bersatu dengan saudara seiman dalam doa
3. Peserta terus membiasakan diri dengan doa sebelum memulai segala rencana hidup.

Gagasan Pokok:
● Setelah Yesus naik ke surga, Gereja Perdana memulai perjalanan dan melanjutkan karya Yesus di dunia dengan situasi yang tidak mudah.
● Para rasul memilih sikap yang tepat. Alih-alih tercerai-berai, mereka bertekun sehati dalam doa. Kebersamaan dalam doa menyatukan, membangun kesetaraan dan meneguhkan.
● "Sehati dalam doa" menjadi ciri khas komunitas Kristen awal dan menjadi salah satu kunci kehidupan Jemaat. Gereja awal terbentuk dalam doa dan kesatuan, yang semestinya menjadi pedoman perjalanan Gereja hingga sekarang.

Waktu : 60 menit
Metode : 7 langkah

 


PROSES PENDALAMAN

LAGU PEMBUKA

TANDA SALIB DAN SALAM

P : Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus
U : Amin
P : Rahmat Tuhan kita Yesus Kristus cinta kasih Allah dan persekutuan Roh Kudus selalu beserta kita.
U : Sekarang dan selama-lamanya.

PENGANTAR
Saudara-Saudari terkasih, kita berjumpa kembali dalam Bulan Kitab Suci Nasional tahun 2026. Seturut Arah Dasar Keuskupan Surabaya, tahun ini kita akan memperdalam tema "Panca Tugas Gereja." Kita akan mendalaminya bersama dalam empat pertemuan:
1. Sehati dalam doa (Kis. 1:12-14 )
2. Berbeda namun satu ( Ef. 4:1-16 )
3. Berpegang pada ajaran yang benar ( 2 Tim. 3:10-17 )
4. Menjadi saksi Kristus (1 Ptr. 3:8-17 )

Di pertemuan pertama kita akan melihat salah satu sisi kehidupan para murid Yesus.
Setelah Yesus naik ke surga, mereka harus memulai perjalanan melanjutkan karya Yesus di dunia. Situasinya tidak mudah. Mereka belum sepenuhnya memahami masa depan, menghadapi kesulitan dan berada dalam bayang-bayang ancaman. Alih-alih tercerai-berai, mereka memilih bertekun sehati dalam doa. Doa menguatkan harapan.
Jemaat Perdana mengajarkan bahwa saat umat Allah bertekun dalam doa, Roh Kudus bekerja dan mempersiapkan sesuatu yang baru. Senjata terkuat Gereja ternyata ada pada doa yang dilakukan bersama dengan sehati dan sepikir.

1. Mengundang Kehadiran Tuhan
Marilah kita berdoa
Bapa Yang Mahakuasa dan Kekal, syukur dan terima kasih atas anugerah dan berkat-Mu, khususnya kesempatan untuk mengalami kembali Bulan Kitab Suci Nasional tahun 2026. Dalam pertemuan BKSN hari yang pertama ini, berkenanlah Engkau membuka hati dan pikiran kami, dan anugerahkanlah atas diri kami pengertian yang benar tentang hidup doa, agar dengan demikian kami kelak boleh menjadi saluran rahmat bagi siapapun yang kami jumpai dalam hidup kami sehari-hari. Demi Yesus Kristus Putra-Mu Tuhan dan pengantara kami yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dalam persatuan dengan Roh Kudus, kini dan sepanjang masa. Amin.

2. Membaca Teks Kitab Suci
Pembacaan Kis. 1:12-14
12 Lalu kembalilah rasul-rasul itu ke Yerusalem dari bukit yang disebut Zaitun, yang hanya seperjalanan Sabat jauhnya dari Yerusalem.
13 Setelah mereka masuk ke kota, naiklah mereka ke ruang atas, tempat mereka menumpang. Mereka itu ialah Petrus dan Yohanes, Yakobus dan Andreas, Filipus dan Tomas, Bartolomeus dan Matius, Yakobus anak Alfeus, dan Simon orang Zelot dan Yudas anak Yakobus.
14 Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus.

3. Merenungkan Teks Kitab Suci
Kisah Para Rasul menceritakan tindakan Allah dalam sejarah Gereja. Bertolak dari peristiwa yang sungguh terjadi, penulis kitab ini menggabungkannya dengan refleksi iman. Dengan demikian, dalam penafsiran, pembaca perlu berhati-hati, mencermati makna teologis di balik peristiwa yang dikisahkan, tanpa melebih-lebihkan atau merendahkan keakuratan sejarahnya.

Kitab ini berkisah tentang komunitas dan penyebaran firman Allah yang dipimpin Roh Kudus. Keselamatan yang dijanjikan kepada Israel dalam PL telah digenapi oleh Yesus. Roh itu membuka hati bangsa bukan Yahudi terhadap pesan keselamatan ilahi. Hasilnya, kekristenan yang awalnya berakar pada lingkungan Yahudi berubah menjadi agama dengan daya tarik yang luas.

Dalam kitab ini tampak bahwa para murid Yesus bukan lagi orang yang sama. Memang mereka memiliki muka yang sama, nama yang sama, karakter yang kurang lebih sama. Petrus masih cepat bereaksi. Natanael masih seorang yang reflektif. Filipus masih seorang yang memperhitungkan segala sesuatu. Akan tetapi, mereka telah menjadi orang yang berbeda berkat perjumpaan dengan Tuhan yang bangkit.

**********

Allah mengerjakan sesuatu yang besar melalui para murid Yesus. Yesus berkata, "Kamu akan menerima kuasa bilamana Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-saksi-Ku di Yerusalem, di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi" (Kis. 1:8). Bukan hanya itu, malaikat menegaskan bahwa Yesus yang terangkat ke surga "akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke surga."

Setelah menyaksikan peristiwa itu para murid kembali dari Bukit Zaitun ke Yerusalem. Jaraknya "seperjalanan Sabat jauhnya" (1:12). Menurut catatan Misnah, itu sekitar 1 km. Mereka naik ke ruang atas, tempat mereka menumpang. Ada yang mengatakan ini adalah ruang Perjamuan Terakhir. Meskipun kita tidak dapat memastikan apa atau milik siapa, pasti ini suatu tempat yang baik untuk berdoa sebab berada di ruang atas, jauh dari hiruk pikuk jalanan.

Kisah Para Rasul mencatat daftar orang yang hadir. Semua rasul Yesus ada di sana, kecuali Yudas Iskariot. Disebutkan pula beberapa perempuan dan Maria. Mungkin mereka pernah membantu pelayanan Yesus (Luk. 8:2-3), mengikuti jalan salib (Luk. 23:27-31.49.55-56) dan menjadi saksi kebangkitan-Nya (Luk. 24:1-10). Kehadiran mereka dalam doa bersama dengan para rasul cukup mengejutkan, karena pada saat itu para perempuan belum dianggap setara dengan laki-laki. Maria, ibunda Yesus, hadir pula. Kehadirannya meneguhkan mereka.

Yesus memang mengutus mereka untuk menjadi saksi sampai ke ujung bumi. Akan tetapi, sebelum semuanya itu terjadi, yang pertama-tama mereka lakukan adalah bertekun dengan sehati dalam doa bersama" (Kis. 1:14). "Sehati" menjadi salah satu kunci kehidupan jemaat dalam Kisah Para Rasul. Kini mereka sehati dalam doa. Mereka memusatkan doa-doa mereka pada apa yang telah mereka dengar dan lihat beberapa hari terakhir itu.

Berikut beberapa contoh:
● Semua bertekun dan sehati
● Bersama Maria, ibu Yesus

4. Mendengarkan Tuhan Berbicara
a) Sudahkah aku membangun hidup doa, baik secara pribadi maupun bersama?
b) Usaha apa yang aku lakukan untuk membangun hidup doa?
c) Apakah aku memulai segala rencana hidupku dengan doa?

5. Sharing Iman atas Teks Kitab Suci
Berikut contoh sharing.
● "Kata ini menggugah saya secara pribadi karena............"
● "Kalimat ini menginspirasi saya secara pribadi karena............"
● "Ayat ini menegur saya secara pribadi karena............"

6. Pesan dan Penegasan
Setelah Yesus naik ke surga, Gereja Perdana harus memulai perjalanan dan melanjutkan karya Yesus di dunia. Situasinya tidak mudah. Mereka belum sepenuhnya memahami masa depan, menghadapi kesulitan dan berada dalam bayang-bayang ancaman. Biarpun demikian, mereka bertindak tepat. Mereka memilih bertekun sehati dalam doa. Doa menguatkan harapan dan menyatukan yang tercerai-berai. Jemaat Perdana mengajarkan bahwa ketika umat Allah bertekun dalam doa, Roh Kudus bekerja dan mempersiapkan sesuatu yang baru.

Para murid menantikan kedatangan Roh Kudus dengan "sehati dalam doa bersama." Ini menggemakan kata-kata Tuhan sendiri, "Jika dua orang dari antara kamu di bumi ini sepakat tentang semuanya itu dan memintanya, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di surga. Sebab, di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka" (Mat. 18:19-20).

Kata-kata Tuhan terbukti. Peristiwa penting dalam sejarah kelahiran Gereja dinantikan dengan doa. Setelah bertekun sehati dalam doa itu, para rasul memilih Matias sebagai pengganti Yudas dan menerima karunia Roh Kudus dalam Pentakosta. Hal ini menunjukkan bahwa saat menantikan karya Tuhan, para murid berdoa. Setiap tindakan Allah yang luar biasa dalam selalu diiringi dengan doa (misal. Kis. 1:24; 8:14-17; 9:11-12; 10:4.9.30; 13:2-3). Pendek kata, sejarah rohani dari suatu misi atau Gereja tertulis dalam kehidupan doanya.

Ada sebuah kisah legenda kuno tentang seorang raksasa bernama Antaeus, yang lahir dari bumi. Agar tetap hidup, raksasa ini wajib menyentuh bumi sesering mungkin, yaitu setiap lima menit sekali, dan setiap kali ia bersentuhan dengan bumi, ia menjadi dua kali lebih kuat dari sebelumnya. Orang Kristen bisa belajar dari cerita Antaeus. Agar menjadi dan tetap menjadi orang Kristen yang benar-benar hidup, mereka perlu sering mendekati Allah melalui doa.

Gereja Perdana mengajarkan bahwa ketika Allah hendak mengerjakan sesuatu yang besar di dunia, Ia pertama-tama menghendaki umat-Nya untuk berdoa. Doa para rasul adalah doa yang sungguh-sungguh. Doa mereka berbuah. Dalam pengalaman kita, tidak banyak yang bisa kita lakukan untuk mengubah seseorang menjadi lebih baik. Teguran keras kadang memperburuk keadaan. Namun, kita dapat bertekun dalam doa untuk mereka. Ada begitu banyak doa yang tak putus yang akhirnya terjawab.

7. Doa Syukur
Saudara sekalian, sekarang marilah kita ungkapkan rasa syukur kita lewat doa spontan sebagai tanggapan atas sabda Tuhan yang telah kita renungkan bersama ............

Kita satukan seluruh rasa syukur kita ini dengan doa yang diajarkan oleh Kristus sendiri:
Bapa Kami............

 

8. Penutup
Marilah kita berdoa,
Allah Bapa kami di surga, puji dan syukur kami haturkan kehadirat-Mu atas teladan indah yang diberikan kepada kami melalui kehidupan para rasul-Mu. Mereka dengan bertekun, sehati berdoa, bersama dengan beberapa wanita dan Bunda Maria. Semoga kami pun selalu berusaha bertekun, sehati untuk membangun hidup doa baik secara pribadi maupun bersama dalam keluarga maupun lingkungan kami. Maka tolonglah kami, ya Tuhan, umat ini, yang sering malas, lupa untuk membangun hidup doa. Dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami.

BERKAT PENUTUP
P. Semoga Tuhan beserta kita.
U. Sekarang dan selama-lamanya.
P. Semoga Allah yang maha kuasa memberkati kita semua: Dalam nama Bapa, dan Putra dan Roh Kudus.
U. Amin

LAGU PENUTUP